Pemkot Palembang percepat pembentukan bank sampah

Pemkot Palembang percepat pembentukan bank sampah

Pemkot Palembang percepat pembentukan bank sampah

Sabtu, 15 Agustus 2026 19:24 WIB

Image Print

Asisten II Setda Kota Palembang, Isnaini Madani. ANTARA/Edo Purmana

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Sumatera Selatan mempercepat pembentukan Bank Sampah di setiap kelurahan di wilayah setempat dengan menghadirkan Sistem Layanan Bank Sampah (SILABA).

Asisten II Setda Kota Palembang, Isnaini Madani di Palembang, Sabtu, mengatakan bahwa pihaknya memperkuat strategi pengelolaan sampah secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Melalui platform digital SILABA, Pemkot Palembang menghadirkan tata kelola bank sampah yang terdata secara tertib, transparan, dan terukur.

Dia mengatakan, kehadiran sistem ini memastikan setiap bank sampah yang dibentuk nantinya memiliki kepengurusan yang aktif, pencatatan nasabah yang rapi, serta mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat melalui konsep ekonomi sirkular.

Isnaini menambahkan, di sisi hilir Pemkot Palembang tengah mematangkan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di kawasan Keramasan.

Fasilitas PSEL dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 1.000 ton sampah per hari dengan memanfaatkan teknologi moving grate incinerator.

Menurut Isnaini, PSEL Keramasan dan program Bank Sampah merupakan dua instrumen yang saling melengkapi dalam satu ekosistem pengelolaan sampah terintegrasi.

Sisi hulu berfokus pada pengurangan serta pemilahan sampah berbasis masyarakat, sementara sisi hilir fokus pada pemanfaatan akhir sampah menjadi energi listrik.

Langkah percepatan ini juga diperkuat oleh payung hukum Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 17 Tahun 2026 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga.

Peraturan ini menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat agar membiasakan memilah sampah dimulai sejak dari lingkungan rumah tangga.

"Dalam program ini para camat dan lurah diinstruksikan untuk bertindak sebagai penggerak utama di wilayah masing-masing," tegasnya.

Pelaksanaan program ini pun turut melibatkan kolaborasi lintas sektor yang mencakup Tim Penggerak PKK, Karang Taruna, lembaga pendidikan, dunia usaha, hingga komunitas lingkungan setempat.

Melalui integrasi SILABA dan PSEL Keramasan, Pemerintah Kota Palembang optimistis tercipta sistem pengelolaan sampah yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan demi terwujudnya lingkungan kota yang bersih serta bernilai ekonomi.

Pewarta: Edo Purmana
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026