Pemkot Padang terapkan pembelajaran daring bagi pelajar SD dan SMP
Padang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Padang, Sumatera Barat menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi pelajar SD dan SMP di kota itu pada 9-11 September 2026, karena kualitas udara dalam kategori berbahaya akibat kabut asap.
"Kondisi udara yang memasuki kategori berbahaya menjadi pertimbangan utama dalam penerapan PJJ. Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi paparan kabut asap terhadap siswa selama proses pembelajaran," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova di Padang, Rabu.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kepala Disdikbud Kota Padang Nomor 400.3/1/SE/DKPS-PDG/2026 tentang pelaksanaan PJJ atau daring akibat kondisi kabut asap.
Berdasarkan surat tersebut satuan pendidikan TK dan PAUD sementara diliburkan, sedangkan jenjang SD dan SMP se-Kota Padang melaksanakan PJJ atau daring. Sedangkan kepala sekolah dan guru diminta melaksanakan pembelajaran PJJ dari sekolah.
"Aktivitas pembelajaran untuk siswa TK dan PAUD diberhentikan sementara, sedangkan siswa SD dan SMP mengikuti pembelajaran melalui sistem daring. Kepala sekolah dan guru tetap berada di sekolah untuk memastikan proses pembelajaran berjalan dengan baik," ujarnya.
Ia mengatakan guru harus memastikan materi pembelajaran tetap tersampaikan secara proporsional dan tidak memberikan beban berlebihan kepada siswa. Sementara itu, keaktifan siswa selama mengikuti PJJ atau daring tetap diperhitungkan sebagai kehadiran.
Pemkot Padang juga meminta orang tua atau wali murid mengawasi dan memastikan anak-anak mengikuti PJJ dan berada di dalam rumah selama belajar serta membatasi aktivitas di luar ruangan. Jika anak terpaksa keluar rumah karena keperluan mendesak, orang tua atau wali murid diminta memastikan anak menggunakan masker atau pelindung pernapasan yang sesuai.
"Peran orang tua sangat penting selam PJJ ini, terutama dalam memastikan anak tetap belajar dari rumah dan tidak banyak beraktivitas di luar. Jika memang ada keperluan yang mengharuskan anak keluar rumah, kami meminta agar anak tetap menggunakan masker sebagai perlindungan dari paparan kabut asap," kata dia.