Pemkot Malang: Terapi Psikososial demi kemandirian anak disabilitas - ANTARA News Jawa Timur

Pemkot Malang: Terapi Psikososial demi kemandirian anak disabilitas - ANTARA News Jawa Timur

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Jawa Timur membentuk kemandirian anak-anak penyandang disabilitas melalui Gebyar Terapi Psikososial dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 RI, diselenggarakan di Gedung UPT Perlindungan Perempuan dan Anak setempat, Jumat.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kota Malang, Sri Umiasih di Kota Malang, mengatakan,acara yang diikuti 100 anak penyandang disabilitas difokuskan pada pendalaman bakat hingga sisi kesehatan.

"Peserta semuanya beragam, ada disabilitas sensorik, mental, fisik, dan intelektual. Anak-anak di sini diterapi, dicek kesehatan, kemudian terdapat penguatan bakat dan minat agar mereka bisa tumbuh berkembang dengan baik," katanya.

Ia menyampaikan peserta program mayoritas merupakan anak-anak yang orang tuanya masuk di dalam desil 1 hingga 5 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi (DTSEN) dan telah mendaftar secara daring.

Saat masa pendaftaran itu, pihaknya menggandeng psikolog dari sejumlah universitas untuk mencermati profil setiap anak dan hasilnya akan digunakan untuk menentukan pemberian program yang akan diikuti ketika Gebyar Terapi Psikososial.

Ia mencontohkan apabila ada anak yang kedapatan memiliki bakat menggambar maupun musik, maka dia akan diberikan penguatan kemampuan lewat sesi kesenian.

"Pun dengan fisioterapi, jadi Dinas Kesehatan memetakan anak-anak ini butuhnya jenis apa, dari situ kami buatkan program untuk membuat terapi," ucapnya.

Selain itu, pihaknya menggandeng Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Malang dalam memberikan pendampingan perekonomian bagi orang tua peserta Gebyar Terapi Psikososial.

Ketika orang tua peserta memiliki usaha namun belum melengkapi persyaratan administrasi berusaha, maka dinas terkait membantu proses pengurusannya serta mendapatkan pelatihan berusaha.

Ia menyampaikan cakupan penerima manfaat program yang begitu luas ini ditujukan agar orang dan anak bisa sama-sama berdaya.

Ia menambahkan konsep yang dibawa di dalam pelaksanaan Gebyar Terapi Psikososial menjadi keberlanjutan komitmen dari peluncuran fasilitas Pusat Layanan Disabilitas Terintegrasi (IDSC).

"Arahnya supaya kebutuhan kebutuhan dari adik-adik disabilitas, maupun yang dibutuhkan keluarganya terpenuhi dan bisa bertumbuh bersama," ucap Umi.

Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.