Pemkot Kupang mendorong UMKM dan pelaku wisata memanfaatkan momen PON 2028
Pemkot Kupang mendorong UMKM dan pelaku wisata memanfaatkan momen PON 2028
Selasa, 8 September 2026 20:19 WIB
Wakil Wali Kota Kupang Serena Cosgrova Francis (kiri) saat membahas persiapan Kota Kupang menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028. (ANTARA/HO-Pemkot Kupang)
Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, mendorong UMKM dan sektor pariwisata memanfaatkan momen Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 untuk mengembangkan sport tourism dan menggerakkan ekonomi lokal.
Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis dalam keterangannya di Kupang, Selasa, mengatakan PON XXII menjadi peluang besar bagi Kota Kupang untuk mengembangkan sport tourism sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat melalui kedatangan atlet dan wisatawan.
“Kota Kupang sangat antusias. Kami sedang mempersiapkan fasilitas, infrastruktur, lapangan-lapangan olahraga, dan bagaimana nantinya Kota Kupang bisa menjadi tuan rumah yang nyaman,” kata dia.
Menurut dia, tantangan tidak hanya terletak pada kesiapan venue, tetapi juga bagaimana memastikan atlet dan wisatawan memperoleh pengalaman yang nyaman selama berada di Kota Kupang. Karena itu, Pemkot menyiapkan hotel maupun homestay dengan standar pelayanan yang memadai.
“Homestay sudah banyak dan sudah mulai kita persiapkan SOP-nya supaya bisa menjadi tempat yang nyaman untuk para atlet dan wisatawan,” ujarnya.
Di saat yang sama, sektor UMKM disiapkan menjadi bagian penting dari ekosistem PON. Salah satunya melalui program Sunday Market Buat Orang Kupang (SABOAK) yang kini melibatkan sekitar 500 komunitas atau UMKM.
Serena menyebut aktivitas tersebut telah menciptakan perputaran ekonomi sekitar Rp6,2 miliar dalam satu tahun. Produk yang dominan ditawarkan berupa kuliner, jajanan pasar, dan pangan lokal.
Penguatan UMKM juga diarahkan ke pasar digital melalui Indonesia Open Network (ION). Jaringan perdagangan terbuka ini diharapkan memperluas akses pasar pelaku usaha lokal, termasuk produk kerajinan dan tenun NTT.
Serena mengatakan potensi ekonomi lokal tidak berhenti pada kuliner. Produk tenun NTT juga terus berkembang dari kain menjadi pakaian dan berbagai produk fesyen, bahkan mulai dilirik desainer dari luar daerah.
Untuk memperkuat pengalaman wisatawan, Serena juga mengenalkan kuliner khas yang dapat menjadi bagian dari daya tarik Kota Kupang, yakni se’i, ikan kuah asam, dan jagung bose.
Menurut dia, posisi Kota Kupang sebagai kota provinsi sekaligus kota jasa membuat daerah ini memiliki peluang besar menerima arus kedatangan masyarakat dari berbagai daerah. Momentum PON diharapkan memperluas peran tersebut menjadi pintu masuk bagi pengembangan pariwisata dan ekonomi lokal.
“Jadi setelah urusan administrasi, lalu mereka pergi ke berbagai daerah yang dekat di Kota Kupang untuk destinasi wisata,” kata Serena.
Karena itu, lanjut dia, Pemkot Kupang mengajak masyarakat ikut mengambil bagian dalam momentum PON 2028 dengan menjadikan Kupang sebagai kota yang nyaman bagi atlet, wisatawan, sekaligus ruang tumbuh bagi pelaku usaha lokal.
“Ayo bersama-sama kita jadikan Kota Kupang sebagai tempat yang nyaman untuk sport tourism,” ujar dia.
Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.