Pemkot Bandung memperkuat karakter siswa SMP melalui bela negara - ANTARA News Jawa Barat
Kota Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kota Bandung memperkuat pendidikan karakter siswa SMP melalui kegiatan pendidikan penguatan karakter bela negara yang melibatkan TNI dan Polri sebagai upaya mencegah pelajar terpengaruh kelompok geng motor.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan program tersebut secara khusus menyasar siswa kelas 9 karena berada pada masa transisi menuju remaja dan dinilai rentan terhadap berbagai pengaruh lingkungan.
“Hari ini kita memulai kembali kegiatan pendidikan penguatan karakter bela negara bersama TNI-Polri, khusus untuk anak-anak kelas 9. Kami berharap kegiatan ini dapat membentuk karakter anak-anak hingga masa remaja dan dewasa,” kata Farhan di Bandung, Jawa Barat, Jumat.
Menurut dia, siswa kelas 9 menghadapi sejumlah perubahan, termasuk mulai menentukan pilihan sekolah lanjutan. Kondisi tersebut membuat mereka membutuhkan penguatan karakter agar mampu menentukan pilihan yang positif.
“Karena berdasarkan data, anak-anak kelas 9 merupakan kelompok yang paling rentan terhadap berbagai macam pengaruh. Mereka sedang berada dalam masa transisi dari anak-anak menuju remaja dan mulai mencari-cari pilihan SMA,” ujarnya.
Farhan mengatakan pada masa tersebut pelajar berpotensi terpengaruh kelompok yang dapat berdampak terhadap masa depan mereka, termasuk kelompok yang mengarah pada kekerasan maupun lingkungan yang mengedepankan gaya hidup hedonis.
Oleh karena itu, kata dia, pendidikan bela negara diharapkan dapat membekali siswa dengan kemampuan untuk menentukan pilihan sekaligus memperkuat komunikasi antara anak dan orang tua dalam merencanakan masa depan.
“Mudah-mudahan kegiatan ini dapat memberikan kemampuan kepada mereka untuk menentukan pilihan, sekaligus memberikan kepercayaan kepada orang tua bahwa mereka bisa bersama-sama dengan anaknya menentukan masa depan,” katanya.
Farhan menegaskan program tersebut tidak disusun secara spontan, melainkan berdasarkan kajian mengenai pola pembelajaran siswa kelas 9 serta kebutuhan penguatan karakter.
Menurut dia, kurikulum pendidikan juga dipadukan dengan kegiatan dan konteks lokal agar materi yang diberikan lebih sesuai dengan kondisi pelajar di Kota Bandung.
“Ini merupakan hasil kajian yang sudah dilakukan sebelumnya. Jadi, semua sudah dipertimbangkan dari berbagai hal, terutama bagaimana pola pembelajaran untuk kelas 9 berjalan dan juga adanya penguatan-penguatan. Kami juga memadukan kurikulum dengan kegiatan lokal,” katanya.
Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.