Pemkot Bandung kembangkan KWK untuk tingkatkan kontribusi PAD

Pemkot Bandung kembangkan KWK untuk tingkatkan kontribusi PAD

Kota Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kota Bandung mengembangkan sektor pariwisata berbasis potensi lokal melalui Kawasan Wisata Kreatif (KWK) guna meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Adi Junjunan Mustafa mengatakan sektor pariwisata memberikan kontribusi sekitar 34 persen terhadap PAD Kota Bandung setiap tahunnya.

“Setiap tahun dihitung berapa sumbangan PAD dari pariwisata. Utamanya memang dari pajak hotel, pajak restoran, pajak kafe dan pajak hiburan, kurang lebih 34 persen,” kata Adi di Bandung, Selasa.

Menurut dia, potensi tersebut menjadi salah satu alasan pengembangan KWK tidak hanya diarahkan sebagai etalase pariwisata, tetapi juga sebagai ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan produk kreatif, seni budaya, serta aktivitas ekonomi di kawasan masing-masing.

Adi menyebut delapan KWK yang dikembangkan Pemkot Bandung, yakni KWK Cigadung, KWK Braga, KWK Rajut Binong, KWK Terpadu Gedebage, KWK Literasi Cinambo, KWK Kawasan Tekstil Cigondewah, KWK Pasirkunci, serta KWK Cibaduyut.

Baca juga: Kota Bandung kembangkan potensi 8 Kawasan Wisata Kreatif

Baca juga: Disbudpar: Perjalanan wisatawan ke Bandung semester I capai 12 juta

Ia mengatakan setiap kawasan memiliki karakter dan potensi berbeda yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata, mulai dari seni budaya, sejarah, ekonomi kreatif hingga produk unggulan masyarakat.

“Pengembangan pariwisata tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab satu perangkat daerah karena membutuhkan dukungan dari berbagai sektor,” ujarnya.

Menurut Adi, pengembangan kawasan wisata juga berkaitan dengan berbagai aspek pendukung, mulai dari kondisi infrastruktur, penerangan jalan, pengelolaan ruang publik hingga kelancaran lalu lintas.

“Kalau jalan menuju kawasan wisata bagus, lampu penerangan jalannya juga bagus dan terang, kemudian kemacetan bisa dihindari, itu semuanya membutuhkan kolaborasi,” katanya.

Adi mengajak para pelaku KWK memanfaatkan ruang publik dan pusat keramaian sebagai sarana untuk memperkenalkan potensi kawasan kepada masyarakat.

Ia berharap kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, komunitas, seniman, budayawan, dan masyarakat dapat membuat delapan KWK berkembang sebagai destinasi berkarakter sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga.

Baca juga: Pemkot Bandung percantik 17 ruas jalan destinasi wisata

Baca juga: 10 tempat wisata edukatif di Bandung yang seru untuk liburan sekolah

Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.