Pemkab Pasaman Barat siapkan Rp16,9 miliar rehab irigasi terdampak bencana alam

Pemkab Pasaman Barat siapkan Rp16,9 miliar rehab irigasi terdampak bencana alam

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat menyiapkan anggaran sebesar Rp16,9 miliar untuk perbaikan rehab rekonstruksi daerah irigasi terdampak bencana hidrometeorologi ANTARA News sumbar 21 ...

Pemkab Pasaman Barat siapkan Rp16,9 miliar rehab irigasi terdampak bencana alam

Senin, 13 Juli 2026 17:08 WIB

Image Print

Saluran irigasi di Kampung Karambia Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar yang mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi akhir November 2025. ANTARA/HO- PSDA PUPR Pasaman Barat. (Rehabilitasi irigasi terdampak bencana alam)

Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat menyiapkan anggaran sebesar Rp16,9 miliar untuk perbaikan rehab rekonstruksi daerah irigasi terdampak bencana hidrometeorologi pada 2026.

"Anggarannya berasal dari transfer ke daerah (TKD) pemerintah pusat untuk rehabilitasi daerah irigasi (DI) di 26 titik pada empat kecamatan," kata Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Harmen di Simpang Empat, Senin.

Menurutnya rehabilitasi daerah irigasi itu berada di empat kecamatan yakni di Kecamatan Talamau, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kecamatan Kinali dan Kecamatan Gunung Tuleh.

Anggaran itu nantinya digunakan untuk rehab jaringan irigasi yang terdampak bencana mulai kategori rusak ringan, sedang dan berat.

"Nilai anggarannya di masing-masing titik akan berbeda sesuai dengan tingkat kerusakan berdasarkan survei dan validasi tim teknis," kata dia.

Dia mengatakan pengerjaannya segera dilakukan setelah perencanaan dan validasi tim teknis selesai dilakukan.

Perencanaan pengerjaannya sedang berproses dan segera selesai. Jika telah selesai maka pengerjaannya segera dilakukan.

"Pengerjaan rehabilitasi irigasi itu merupakan data yang masuk dalam Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) yang diusulkan ke pemerintah pusat melalui provinsi," ujar dia.

Dia menyebutkan perbaikan dan rehab irigasi memang harus dilakukan mengingat daerah irigasi mulai dari bendungan dan saluran mengalami kerusakan akibat bencana alam akhir November 2025 lalu.

Akibat daerah irigasi itu mengalami kerusakan maka pasokan atau ketersediaan air untuk lahan persawahan terganggu.

"Mudah-mudahan dengan adanya rehabilitasi ini maka nantinya pasokan air kembali lancar untuk mendukung ketahanan pangan," ujarnya.

Selain memakai dana TKD, pihaknya juga melakukan pengusulan ke Balai Sungai Wilayah V untuk porsi anggaran perbaikan irigasi. Selain itu juga memakai dana APBD untuk operasional rutin.

"Dari anggaran yang ada, belum semua jaringan irigasi yang tertangani. Untuk itu kami berharap butuh anggaran lainnya agar daerah irigasi yang rusak bisa diperbaiki dengan cepat," harapnya.