Pemkab OKU Timur gelar shalat istisqa dan imbau warga pakai masker
Pemkab OKU Timur gelar shalat istisqa dan imbau warga pakai masker
Rabu, 9 September 2026 13:52 WIB
Jajaran Pemkab OKU Timur, Sumatera Selatan, bersama masyarakat melaksanakan shalat istisqa untuk berdoa meminta turun hujan, Selasa (8/9/2026). ANTARA/HO-Diskominfo OKU Timur
Martapura (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, menggelar shalat istisqa untuk memohon diturunkannya hujan setelah kawasan tersebut dilanda kekeringan akibat kemarau panjang selama beberapa bulan terakhir, Selasa (8/9/2026)
Bupati OKU Timur Lanosin Hamzah dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA mengatakan bahwa ibadah sunnah yang berlangsung di halaman Perkantoran Pemkab OKU Timur tersebut diikuti oleh ribuan jemaah dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) hingga masyarakat umum.
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan shalat istisqa ini bertujuan memohon rahmat hujan guna mengatasi bencana kekeringan berkepanjangan sekaligus meminimalisasi potensi musibah lain, seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan introspeksi diri dengan harapan cobaan berupa kekeringan, karhutla, dan bencana kabut asap dapat segera teratasi.
"Mari kita berintrospeksi diri, bertaubat, berserah diri kepada Allah SWT, serta merenungkan segala kelalaian yang tidak sejalan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW, seraya berkomitmen untuk tidak mengulanginya lagi," ujarnnya.
Bupati juga mengimbau berbagai organisasi kemasyarakatan Islam di wilayah setempat agar turut menyelenggarakan Shalat Istisqa secara masif sebagai bentuk ikhtiar spiritual bersama.
Namun demikian, di tengah kondisi cuaca ekstrem yang kering, ia mengingatkan bahwa ikhtiar doa harus dibarengi dengan kewaspadaan nyata di lapangan.
Ia meminta masyarakat mewaspadai penurunan kualitas udara akibat paparan kabut asap dan partikel debu vulkanik yang mulai dirasakan di wilayah OKU Timur.
Perhatian khusus diarahkan kepada kelompok rentan, terutama anak-anak dan pelajar, agar senantiasa menjaga kesehatan dengan mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Bupati menambahkan, apabila kualitas udara kian memburuk hingga membahayakan keselamatan, pihak pemkab membuka opsi penerapan kembali sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar secara daring.
"Menghadapi kondisi saat ini tidak hanya membutuhkan doa, tetapi juga langkah antisipatif dan kehati-hatian dalam menjaga kesehatan masyarakat," tegasnya.
Pewarta: Edo Purmana
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026