Pemkab Morowali Utara: ASN harus kreatif hadapi tantangan fiskal daerah
Pemkab Morowali Utara: ASN harus kreatif hadapi tantangan fiskal daerah
Selasa, 1 September 2026 09:42 WIB
Arsip- Sekretaris Daerah Kabupaten Morowali Utara, Musda Guntur. (ANTARA/HO-Humas Morowali Utara)
Morowali Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali Utara, Sulawesi Tengah mengatakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintahan tersebut harus lebih kreatif menghadapi tantangan fiskal daerah.
"Kreativitas, inovasi dan profesionalisme harus dimunculkan seluruh perangkat daerah sebagai strategi dalam menjaga stabilitas keuangan daerah," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Morowali Utara Musda Guntur di Kolonodale, Selasa.
Ia mengemukakan ketergantungan terhadap dana transfer pusat sangat berpengaruh terhadap kekuatan anggaran daerah, dipicu tekanan keuangan APBN sehingga pemerintah harus mengambil langkah efisiensi anggaran.
Maka organisasi perangkat daerah (OPD) lebih cermat dalam menyusun program dan kegiatan, terutama berkaitan dengan perencanaan serta penganggaran daerah.
Setiap program yang diusulkan harus memiliki dasar data yang kuat dan dapat menjelaskan secara jelas wujud nyata, nilai tambah serta manfaat diterima masyarakat dalam jangka menengah maupun jangka panjang.
"Dalam kondisi anggaran yang terbatas, kita harus mampu tetap berkarya dan berinovasi. Justru di situlah kreativitas dan kecerdasan kita sebagai aparatur diuji," ujarnya.
Sekda juga meminta OPD yang telah mendapat penugasan untuk segera menyelesaikan proposal program, termasuk proposal yang akan diajukan melalui skema fasilitasi pendanaan.
Proposal tersebut harus disusun secara layak, terukur, dan ditunjang data serta kajian yang dapat menunjukkan manfaat ekonomis dan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.
Ia mengingatkan seluruh perangkat daerah meneliti kembali maupun menyesuaikan rencana anggaran dengan kondisi fiskal yang tersedia dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah APBD 2027.
"Program kegiatan harus mengedepankan kualitas, sisi manfaat dan dampak yang jelas. Jangan memaksakan kegiatan dengan nilai anggaran besar namun tidak memiliki manfaat yang jelas," ucap Guntur.
Ia menegaskan setiap rupiah anggaran harus bisa dipertanggungjawabkan manfaatnya kepada masyarakat, karena program disusun diimplementasikan dalam bentuk pembangunan untuk kepentingan rakyat.
Sebagai penyelenggara pelayanan publik ia juga meminta ASN tetap menjaga semangat kebersamaan dan pengabdian di tengah keterbatasan anggaran.
Menurutnya kondisi tersebut harus menjadi momentum untuk melahirkan cara kerja yang lebih cerdas, efektif, dan inovatif.
"Pada akhirnya tugas kita sebagai aparatur negara adalah pengabdian. Bagaimana dengan cara yang cerdas dan profesional kita dapat memfasilitasi serta memenuhi kebutuhan masyarakat," kata dia.
Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026