Pemkab Jepara komitmen dukung pengembangan situs peninggalan Ratu Kalinyamat

Pemkab Jepara komitmen dukung pengembangan situs peninggalan Ratu Kalinyamat

Pemerintah Kabupaten Jepara menyatakan komitmen mendukung pengembangan kawasan situs yang diduga peninggalan Ratu Kalinyamat di Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan, ANTARA News jateng peristiwa ...

Pemkab Jepara komitmen dukung pengembangan situs peninggalan Ratu Kalinyamat

Kamis, 16 Juli 2026 20:13 WIB

Image Print

Bupati Jepara Witiarso Utomo saat meninjau langsung lokasi penemuan situs bersejarah di Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Kamis (16/7/2026).  ANTARA/HO-Humas Pemkab Jepara.

Jepara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Jepara menyatakan komitmen mendukung pengembangan kawasan situs yang diduga peninggalan Ratu Kalinyamat di Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan, sebagai bagian dari pelestarian sejarah dan cagar budaya.

"Pemerintah daerah siap memberikan dukungan penuh terhadap setiap upaya pelestarian budaya dan cagar budaya yang dilakukan masyarakat," kata Bupati Jepara Witiarso Utomo saat meninjau langsung lokasi penemuan situs bersejarah di Jepara, Kamis.

Dalam kunjungan itu, ia didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jepara, pegiat sejarah dan budaya, tokoh agama, serta pemerintah desa setempat.

Di kawasan tersebut terdapat bangunan yang dikenal masyarakat sebagai Langgar Bubrah. Bangunan ini diyakini telah ada sejak masa Kerajaan Ratu Kalinyamat. Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir juga ditemukan sejumlah artefak yang diduga memiliki nilai sejarah tinggi.

Salah satu usulan yang mengemuka dari pegiat sejarah adalah penyediaan galeri atau ruang khusus di Masjid Al Makmur untuk menyimpan dan memamerkan berbagai artefak yang telah ditemukan, sehingga dapat menjadi sarana edukasi sekaligus menjaga kelestarian benda-benda bersejarah tersebut.

Meski demikian, kata Witiarso, Pemkab Jepara masih menunggu adanya kajian lebih lanjut oleh para ahli. Penelitian mendalam diperlukan untuk memastikan asal-usul, usia, dan nilai historis setiap artefak yang ditemukan.

Ia berharap, pengembangan kawasan situs peninggalan Ratu Kalinyamat tidak hanya memperkuat upaya pelestarian sejarah, tetapi juga menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu mengenalkan kembali kejayaan Jepara pada masa pemerintahan Ratu Kalinyamat kepada generasi mendatang.

Ia juga menyinggung penetapan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional.

Menurutnya, pengakuan tersebut semakin menguatkan bahwa Ratu Kalinyamat merupakan tokoh sejarah nyata yang dimiliki bangsa Indonesia.

"Alhamdulillah Ratu Kalinyamat sudah dinobatkan sebagai pahlawan. Jadi bukan hanya tokoh yang digambarkan dalam cerita, tetapi benar-benar tokoh nyata yang kita miliki," ucapnya.

Pegiat sejarah dan budaya M Hisyam Maliki mengatakan pihaknya optimistis Desa Kriyan menjadi salah satu pusat peradaban pemerintahan Ratu Kalinyamat. Keyakinan itu didasarkan pada sejumlah temuan yang tersebar di tiga lokasi, yakni Langgar Bubrah, kawasan Sitinggil, dan Masjid Al Makmur.

Ia berharap situs ini bisa dikembangkan. Meskipun hal itu butuh upaya ekstra. Sebab, proses pengembangan kawasan cagar budaya masih menghadapi sejumlah kendala. Status lahan di lokasi temuan masih dimiliki perorangan dan terdapat makam khusus di atasnya.

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.