Pemkab Demak sosialisasikan program "KURMA PEKAT" tekan pengangguran
Pemkab Demak sosialisasikan program "KURMA PEKAT" tekan pengangguran
Jumat, 31 Juli 2026 18:57 WIB
Pemerintah Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mensosialisasikan program KURMA PEKAT (Kursus Maju, Perekonomian Masyarakat Meningkat) di Pendopo Kabupaten Demak, Jumat (31/7/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.
Demak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mensosialisasikan program KURMA PEKAT (Kursus Maju, Perekonomian Masyarakat Meningkat) untuk memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan mendongkrak perekonomian daerah guna menekan angka pengangguran.
"Program KURMA PEKAT ini bukan sekadar slogan, melainkan gerakan bersama untuk memastikan warga Demak memiliki kesempatan meningkatkan keterampilan, memperoleh pekerjaan layak, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga," kata Bupati Demak Eisti'anah saat sosialisasi program "Kurma Pekat" di Pendopo Kabupaten Demak, Jumat.
Mengusung semboyan "Baiknya Kursus, Baiknya Masa Depan" serta "Vokasi Kuat, Menguatkan Indonesia", gerakan KURMA PEKAT diharapkan dapat secara signifikan menekan angka pengangguran, mengentaskan kemiskinan, dan memperkuat daya saing daerah menuju Demak yang Bermartabat, Maju, dan Sejahtera.
Ia menegaskan jalur pendidikan nonformal memiliki peran strategis sebagai pengganti, penambah, maupun pelengkap pendidikan formal. Sehingga pendidikan nonformal, khususnya melalui Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) mampu menjawab kebutuhan pasar kerja secara lebih fleksibel, cepat, dan adaptif.
"Setiap tahun ribuan lulusan sekolah lahir di Demak, namun tidak semuanya berkesempatan melanjutkan ke perguruan tinggi. Persoalan utama yang kita hadapi bukan hanya terbatasnya lapangan kerja, tetapi juga adanya kesenjangan (gap) antara keterampilan lulusan dengan kebutuhan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA)," ujarnya.
Bupati menekankan bahwa keberadaan LKP sangat vital bagi generasi muda usia produktif (18-25 tahun) agar memiliki kompetensi terapan sehingga siap kerja maupun berwirausaha secara mandiri.
Lebih lanjut, Bupati Demak meminta agar peran Tim Koordinasi Daerah Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi (TKDV) dapat dimaksimalkan. Keberhasilan revitalisasi vokasi ini memerlukan sinergi erat antara pemerintah, DUDIKA, KADIN, serta pelaku UMKM.
Ia berharap pihak DUDIKA tidak hanya membagikan informasi terkait kebutuhan tenaga kerja dan tren teknologi, tetapi juga terlibat aktif dalam penyediaan instruktur praktisi, program magang, hingga dukungan sarana praktik.
"Program KURMA PEKAT ini bukan sekadar slogan, melainkan gerakan bersama untuk memastikan warga Demak memiliki kesempatan meningkatkan keterampilan, memperoleh pekerjaan layak, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga," tegas Bupati.
Mengusung semboyan "Baiknya Kursus, Baiknya Masa Depan" serta "Vokasi Kuat, Menguatkan Indonesia", gerakan KURMA PEKAT diharapkan dapat secara signifikan menekan angka pengangguran, mengentaskan kemiskinan, dan memperkuat daya saing daerah menuju Demak yang Bermartabat, Maju, dan Sejahtera.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.