Pemkab Batang serap 1.685 pelamar tenaga kerja melalui program Dapat Kerja
Pemkab Batang serap 1.685 pelamar tenaga kerja melalui program Dapat Kerja
Selasa, 8 September 2026 16:59 WIB
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Batang Suprapto. (ANTARA/Kutnadi)
Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, hingga pekan pertama September 2026 menyerap 1.685 pelamar tenaga kerja melalui program Dapat Kerja (Daker).
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Batang Suprapto di Batang, Selasa, mengatakan bahwa efektivitas penyerapan tenaga kerja melalui program Dapat Kerja pada tahun ini tergolong sangat tinggi sehingga mampu mengurangi angka pengangguran di daerah ini.
"Sebagian besar tenaga kerja tersebut terserap di sektor industri garmen dan alas kaki yang tengah berkembang di Kawasan Industri Batang," katanya.
Sebanyak 13 perusahaan terlibat aktif dalam penempatan tenaga kerja ini seperti Tekstil Bearing, Yih Quan, dan Samwon.
Ia mengatakan saat ini pihaknya masih harus berpacu untuk memenuhi target minimal 3.000 penempatan tenaga kerja hingga akhir tahun 2026 yang kini masih tersisa 1.315 lowongan.
"Guna mengejar sisa target, kami mengubah taktik dengan pola jemput bola. Informasi pasar kerja dibawa langsung ke masyarakat lewat kerja sama dengan Bursa Kerja Khusus (BKK) di sejumlah sekolah menengah kejuruan," katanya.
Menurut dia, pemerintah daerah akan membidik 400 penyerapan tenaga kerja per bulan melalui layanan proses rekrutmen langsung yang memungkinkan kandidat melamar dan mengikuti wawancara tanpa melalui proses seleksi (Walk-In Interview) di sekolah yang akan dimulai September 2026.
"Selain itu, keterampilan calon pekerja juga diperluas dengan menggandeng sembilan balai latihan kerja swasta agar pelatihan lebih merata dan dekat dengan pemukiman warga. Melalui integrasi antara pelatihan, informasi lowongan, hingga rekrutmen langsung, kami optimistis mampu menutup target pada tahun ini dengan hasil maksimal," katanya.
Baca juga: Pemkab Batang memperkuat pembangunan desa antikorupsi
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.