Pemkab Barito Utara tingkatkan layanan air bersih melalui dukungan APBN

Pemkab Barito Utara tingkatkan layanan air bersih melalui dukungan APBN

Pemkab Barito Utara tingkatkan layanan air bersih melalui dukungan APBN

Rabu, 2 September 2026 13:32 WIB

Image Print

Bupati Barito Utara Shalahuddin bersama Wakil Bupati Felix Sonado Y Tingan, Sekda Muhlis, kepala perangkat daerah, dan Direktur PDAM setempat Rosmanjaya Anor saat melakukan pemantauan dan peninjuan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Muara Teweh, Rabu (2/9/2026). ANTARA/Dokumen Pribadi

Muara Teweh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Barito Utara,Kalimantan Tengah, meningkatkan layanan air bersih kepada masyarakat melalui bantuan dari Pemerintah Pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 senilai Rp50 miliar.

"Kami pastikan pelayanan air bersih kepada masyarakat berjalan baik sekaligus melihat langsung perkembangan pembangunan sarana dan prasarana, selain dari daerah juga mendapat dukungan anggaran dari pemerintah pusat," kata Bupati Barito Utara Shalahuddin di Muara Teweh, Rabu.

Hal itu disampaikan Shalahuddin didampingi Wakil Bupati Felix Sonadi Y Tingan, Sekda Muhlis bersama kepala OPD meninjau ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Muara Teweh.

Menurut dia, kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, benar-benar mendapat perhatian dan penanganan.

Menurutnya, pemerintah tidak hanya melihat kondisi pelayanan saat ini, tetapi juga mempersiapkan solusi jangka panjang agar persoalan air bersih di Barito Utara dapat ditangani secara menyeluruh.

“Jangka pendeknya, kemarin sudah kita laksanakan. Karena booster-nya belum ada, kita lakukan injeksi dan sudah lancar. Untuk jangka panjangnya nanti kita lihat melalui proyek tahun jamak (multiyears) dan berharap di Barito Utara tidak ada krisis air,” kata Shalahuddin.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati juga mengecek program bantuan APBN senilai Rp50 miliar yang diperuntukkan bagi pengembangan sistem penyediaan air bersih di Muara Teweh.

Shalahuddin juga menekankan pentingnya program jangka panjang melalui skema multiyears. Menurutnya, pemerintah ingin memastikan persoalan air bersih tidak hanya ditangani secara sementara, tetapi memiliki solusi yang berkelanjutan.

Untuk kebutuhan pengembangan air bersih, pemerintah daerah menyiapkan anggaran sekitar Rp4,5 miliar dalam program multiyears. Sementara penanganan pelayanan air bersih di kawasan perkotaan ditargetkan dapat diselesaikan pada Desember 2026.

Di tengah musim kemarau, Bupati juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak dan tidak berlebihan. Hal tersebut penting dilakukan sembari menunggu seluruh fasilitas baru selesai dan dapat meningkatkan kapasitas produksi PDAM.

Selain itu, terdapat 200 sambungan rumah yang menjadi bagian dari proyek tersebut. Bupati berharap pembangunan berbagai fasilitas itu dapat meningkatkan kapasitas dan jangkauan pelayanan PDAM.

Tambahan kapasitas sekitar 50 liter per detik nantinya diharapkan mampu memperkuat distribusi air, termasuk menjangkau jaringan pipa baru yang selama ini belum mendapatkan pelayanan.

“Harapan kita air itu semua kecamatan betul-betul diterima oleh masyarakat semua,” katanya.

Direktur PDAM juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. Hal ini karena kapasitas produksi saat ini masih terbatas sehingga belum dapat memenuhi kebutuhan apabila terjadi peningkatan konsumsi yang signifikan.

“Kita ini dalam musim kemarau. Jadi mempergunakan air itu berhematlah, kita berbagi, karena produksi kami tidak mencukupi untuk dinaikkan produksinya lagi,” katanya.

Pewarta : Kasriadi
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.