Pemkab Banyuwangi dan TNI AL perluas lahan pertanian kedelai - ANTARA News Jawa Timur
Banyuwangi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, bersama TNI AL memperluas pengelolaan lahan pertanian kedelai untuk mendukung upaya pemerintah memperkuat persediaan kedelai nasional.
TNI AL dan Pemkab Banyuwangi serta petani setempat melakukan penanaman kedelai di Desa Purwoagung, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, dan dihadiri oleh Wakil Komandan Komando Daerah TNI AL (Kodaeral) V Brigjen TNI (Mar) Suwandi, pada Jumat.
"Kedelai merupakan komoditas strategis, sehingga peningkatan produksi dalam negeri harus menjadi komitmen bersama melalui sinergi pemerintah, TNI AL, dunia usaha, akademisi dan para petani untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor," ujar Wakil Komandan Komando Daerah TNI AL (Kodaeral) V Brigjen TNI (Mar) Suwandi.
Dia menyampaikan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan nasional, dan sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai.
Dalam kesempatan itu, Brigjen Suwandi juga menyerahkan bantuan berupa 60.000 kg (60 ton) benih kedelai unggul bagi 55 kelompok tani untuk ditanam di lahan seluas 1.200 hektare, serta bantuan 10 paket alat dan mesin pertanian (alsintan).
Bantuan benih kedelai tersebut terbagi menjadi dua varietas, yakni varietas grobogan 44.250 kg (44,25 ton) dan varietas baluran 15.750 kg (15,75 ton).
"Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat kesejahteraan petani, serta memastikan ketersediaan pangan yang cukup, berkualitas dan terjangkau bagi seluruh masyarakat," ujar dia.
Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengatakan sektor pertanian masih menjadi penopang utama perekonomian daerah, salah satu komoditas yang terus menunjukkan tren positif adalah kedelai.
Ia menyebutkan, pada 2024 luas tanam kedelai di Banyuwangi mencapai 3.040 hektare dengan produksi 6.153 ton, dan setahun kemudian, pada 2025 meningkat menjadi 3.917 hektare dengan produksi 7.932 ton.
Hingga 29 Juli 2026, luas panen telah mencapai 793 hektare dengan produksi sementara 1.586 ton, dan masih akan terus bertambah.
"Dengan kolaborasi dan gotong royong antara pemerintah, TNI AL, petani, serta seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis produktivitas kedelai di Banyuwangi akan terus meningkat sehingga mampu mendukung program swasembada pangan nasional," kata Mujiono.
Ia menambahkan Pemkab Banyuwangi dan TNI AL juga berkomitmen memperkuat ekosistem hilir dengan mengintervensi tata niaga pascapanen untuk mencegah praktik ijon/tengkulak agar harga di tingkat petani tetap stabil dan sejahtera.
Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.