Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Ancam Balas Kematian Ayah, tetapi Belum Muncul ke Publik
Bagikan:
JAKARTA - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei mengancam akan membalas kematian ayah sekaligus pendahulunya, Ayatollah Ali Khamenei. Ancaman itu muncul ketika Mojtaba belum terlihat di depan publik sejak diangkat pada 8 Maret.
Arab News dikutip Minggu, 12 Juli, menyebut pesan tersebut dibacakan melalui televisi pemerintah Iran pada Sabtu. Sejak terluka dalam serangan yang menewaskan ayahnya, belum ada foto, video, maupun rekaman suara Mojtaba yang dipublikasikan.
Dalam pesan publik pertamanya sejak rangkaian pemakaman Ali Khamenei dimulai sepekan lalu, Mojtaba menyebut pembalasan sebagai βtuntutan rakyatβ yang βpasti harusβ dilakukan.
Ali Khamenei tewas dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari, saat perang dimulai.
βKami bersumpah akan membalas darah pemimpin yang gugur dan seluruh syuhada dalam dua perang ini dari para pembunuh kriminal dan tercela,β demikian bunyi pernyataan tersebut.
Menurut sejumlah sumber senior yang dikutip Arab News, Mojtaba mengalami luka serius pada wajah dan cedera lain dalam serangan itu. Ia belum terlihat oleh masyarakat Iran sejak ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi.
BACA JUGA:
Pernyataan tersebut menegaskan pembalasan tidak hanya bergantung pada Iran.
βAda atau tidaknya kami, hal ini akan terlaksana. Dalam waktu dekat, setiap orang merdeka di seluruh dunia akan mengambil bagian dalam misi suci ini,β kata pernyataan itu.
Ancaman tersebut disampaikan ketika kelanjutan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran kembali diragukan. Saling serang antara pasukan kedua negara pada pekan ini memunculkan pertanyaan terhadap kesepakatan yang ditujukan untuk mengakhiri perang selama empat bulan.
Iran sebelumnya menyatakan kesepakatan itu pada akhirnya akan membawa manfaat ekonomi besar.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat mengatakan gencatan senjata telah berakhir. Namun, ia juga menyebut Washington dan Teheran sepakat melanjutkan perundingan.
Absennya Mojtaba dari ruang publik ikut memperbesar ketidakpastian di Iran. Sejumlah warga Iran menilai pemimpin baru itu perlu tampil, meskipun masih dalam keadaan terluka.
Mojtaba menjadi pemimpin tertinggi dengan dukungan Garda Revolusi, kekuatan militer dan politik yang berpengaruh di Iran.
Ali Khamenei memimpin Iran selama 37 tahun. Media pemerintah menyebut ia dimakamkan pada Jumat di tempat suci paling utama di negara itu setelah massa dalam jumlah besar menghadiri pemakamannya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+