Pemerintah mengukuhkan KSB Mulyodadi Bantul memperkuat kesiapsiagaan bencana

Pemerintah mengukuhkan KSB Mulyodadi Bantul memperkuat kesiapsiagaan bencana

Pemerintah mengukuhkan KSB Mulyodadi Bantul memperkuat kesiapsiagaan bencana

Sabtu, 22 Agustus 2026 21:51 WIB

Image Print

Suasana Apel Pengukuhan Kampung Siaga Bencana (KSB) Mulyodadi sekaligus simulasi penanggulangan bencana hidrometeorologi di Lapangan Kalurahan Mulyodadi, Kapanewon Bambanglipuro, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (21/8/2026). ANTARA/HO-Kemenko PMK

Yogyakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial, Kemenko PMK, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Pemerintah Kabupaten Bantul mengukuhkan Kampung Siaga Bencana (KSB) Mulyodadi untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di tingkat akar rumput dalam menghadapi potensi bencana.

Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanto, di Bantul, Sabtu, mengatakan pengukuhan KSB Mulyodadi melibatkan 40 pengurus dan 12 anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana).

"Keberadaan KSB Mulyodadi harus terus dikembangkan dan tidak berhenti pada momentum pengukuhan," katanya.

Ia menyarankan agar perangkat pendukung seperti Gardu Sosial dan Lumbung Sosial juga dioptimalkan dan dikelola dengan baik agar memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama ketika terjadi keadaan darurat.

"Keterlibatan aktif masyarakat menjadi salah satu kunci dalam membangun ketangguhan menghadapi bencana," ujarnya.

Menurut dia, datangnya bencana memang tidak dapat dicegah, namun risiko dan dampaknya masih dapat diminimalkan.

"Kita dapat mempersiapkan diri untuk mengurangi risiko dan memperkuat kemampuan masyarakat dalam menghadapinya," katanya.

Pengukuhan KSB, lanjut dia, merupakan langkah penting yang harus terus dihidupkan melalui berbagai pelatihan dan simulasi secara berkelanjutan agar koordinasi dalam menghadapi bencana semakin terasah dengan baik.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perlindungan Sosial Kementerian Sosial Agus Zaenal Arifin mengatakan KSB merupakan bagian dari upaya membangun ketangguhan masyarakat dari tingkat yang paling dekat dengan warga.

"Masyarakat harus memiliki pengetahuan, kapasitas, dan kesiapan untuk menghadapi bencana di lingkungannya," katanya dalam keterangan tertulis.

Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026