Pembangunan Sekolah Rakyat Tulungagung disesuaikan jalur SUTET - ANTARA News Jawa Timur

Pembangunan Sekolah Rakyat Tulungagung disesuaikan jalur SUTET - ANTARA News Jawa Timur

Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA) - Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur bakal disesuaikan karena sebagian lokasinya dilintasi jalur saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET).

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Tulungagung, Reni Prasetiawati Ika Septiwulan, Selasa, mengatakan, terdapat jalur SUTET pada lokasi lahan yang akan dibangun Sekolah Rakyat.

Namun pembangunan Sekolah Rakyat dipastikan tetap berjalan meski terdapat jalur SUTET di atasnya.

"Pembangunan tetap berjalan, tetapi dengan penyesuaian desain akibat dilintasi jalur SUTET," kata Reni Prasetiawati Ika Septiwulan.

Pihak PLN Madiun telah mendatangi lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Tulungagung untuk melihat kondisi SUTET itu.

Sesuai rekomensasi PLN Madiun, posisi jaringan SUTET tidak perlu dipindah karena pemindahan perlu waktu lama.

Sebagai solusinya, tata ruang serta desain fisik bangunan Sekolah Rakyat akan disesuaikan demi menjaga keamanan.

Rencananya, area di bawah jalur SUTET itu akan dipakai untuk gedung maksimal dua lantai dengan jarak aman lima meter dari kabel.

"Proses pemindahan jalur SUTET memakan waktu hingga dua tahun. Bisa juga lokasi di bawah jalur SUTET itu dipakai untuk fasilitas pendukung seperti lapangan olahraga, IPAL dan dapur," ungkapnya

Reni menjelaskan, untuk gedung dengan tiga hingga empat lantai nantinya akan didirikan pada sisi selatan lahan.

Mengingat lokasi itu tidak dilintasi jalur SUTET, sehingga tidak mengganggu jaringan listrik tersebut.

"Sesuai jadwalnya, konstruksi fisik ditargetkan mulai berjalan pada Oktober 2026 dan pelaksanaannya dilakukan oleh Kementerian PU," jelasnya.

Selain itu, kuota penerimaan calon siswa diprioritaskan bagi masyarakat dengan kelas ekonomi desil 1 dan desil 2.

Proses pendataan calon siswa ini dilakukan berdasarkan tim Program Keluarga Harapan (PKH) dan verifikasi Kemensos.

Sekolah Rakyat di Tulungagung diproyeksikan mampu menampung 1 ribu hingga 2 ribu orang siswa. Sesuai hasil pendataan tahap awal, saat ini sudah ada 700 orang calon siswa yang akan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.

"Penerimaan tidak hanya dibuka untuk siswa baru jenjang SD, SMP dan SMA dari desil 1 dan desil 2, tetapi juga menjaring anak putus sekolah dari berbagai tingkatan usia," pungkasnya.

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.