Pemanfaatan Big Data Analytics di Perusahaan Reasuransi - ANTARA News Megapolitan

Pemanfaatan Big Data Analytics di Perusahaan Reasuransi - ANTARA News Megapolitan

Jakarta (ANTARA) - PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re melalui Divisi Reinsurance Product Underwriting Property & Casualty (P&C) menyelenggarakan Sharing Session with Ceding Compan...

Jakarta (ANTARA) - PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re melalui Divisi Reinsurance Product Underwriting Property & Casualty (P&C) menyelenggarakan Sharing Session with Ceding Companies pada 25–27 Juni 2026 di Madiun, Jawa Timur.

Indonesia Re mengajak seluruh ceding companies untuk tetap menjaga disiplin underwriting meskipun pasar tengah berada dalam kondisi soft market.

Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan Direktur Teknik dan Operasi Indonesia Re, Delil Khairat dalam keterangannya, Selasa dimana kondisi soft market ini memberikan tantangan yang berbeda bagi industri reasuransi nasional.

"Kondisi soft market memberikan peluang sekaligus tantangan bagi industri. Sebagai buyer, kondisi ini tentu memberikan manfaat, namun sebagai seller kita menghadapi tekanan yang semakin besar." ujar Delil.

Lebih lanjut, Delil menjelaskan bahwa berdasarkan perkembangan industri pada kuartal I 2026, premi asuransi umum memang masih mencatat pertumbuhan sekitar 1,92 persen secara year-on-year. Namun, pertumbuhan tersebut belum mampu mengimbangi kenaikan klaim yang terjadi di hampir seluruh lini bisnis.

Menurutnya, peningkatan premi secara nominal masih relatif terbatas jika dibandingkan dengan inflasi maupun pertumbuhan ekonomi nasional.

β€œIndustri juga masih menghadapi tantangan berupa penetrasi asuransi yang cenderung stagnan dalam beberapa tahun terakhir, tingginya expense ratio, serta persaingan pasar yang semakin ketat sehingga mendorong perusahaan mengejar pertumbuhan volume bisnis.” jelasnya.

"Saat ini kita perlu memastikan bahwa pertumbuhan bisnis tidak hanya berorientasi pada peningkatan premi, tetapi juga diimbangi dengan kualitas seleksi risiko. Kenaikan klaim yang lebih cepat dibandingkan pertumbuhan premi juga tingginya biaya operasional jadi pengingat bahwa industri perlu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan profitabilitas," tambah Delil.

Selain menjadi forum diskusi, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk menyampaikan underwriting guidance and risk appetite, parameter akseptasi, serta perspektif teknis Indonesia Re kepada ceding companies.

Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan proses underwriting yang semakin konsisten, prudent, dan selaras dengan perkembangan kondisi pasar.
Untuk memperkuat pemahaman peserta terhadap eksposur risiko di sektor industri, rangkaian kegiatan juga disinergikan dengan kunjungan teknis ke fasilitas perakitan kereta api di Madiun.

Dalam kunjungan tersebut, peserta melakukan observasi secara langsung terhadap proses engineering, sistem keselamatan, pengendalian operasional, serta berbagai potensi risiko yang terdapat pada rantai produksi dan operasional industri perkeretaapian.

Melalui penyelenggaraan sharing session ini, Indonesia Re menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kapabilitas teknis industri reasuransi nasional melalui kolaborasi, transfer pengetahuan, serta penerapan praktik underwriting yang sehat.

Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya industri asuransi dan reasuransi Indonesia yang lebih tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan dalam menghadapi dinamika risiko yang terus berkembang.

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk membahas perkembangan terkini pasar asuransi dan reasuransi umum, sekaligus memperkuat sinergi antara Indonesia Re dan perusahaan asuransi dalam menghadapi dinamika di industri perasuransian.

Forum tersebut menghadirkan berbagai pembahasan mengenai General Reinsurance Market Update 2026, yang mengulas kondisi pasar reasuransi umum lintas lini bisnis, seperti Property, Engineering, Marine, dan Casualty.Β 

Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT Β© ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.