Pelatih basket legendaris Indonesia Tjetjep Firmansyah meninggal dunia - ANTARA News Jawa Barat
Jakarta (ANTARA) - Pelatih bola basket legendaris Indonesia, Tjetjep Firmansyah, meninggal dunia dalam usia 67 tahun di Rumah Sakit Polri, Jakarta, Sabtu (15/8), pada pukul 10.00 WIB.
"Telah berpulang ke rahmatullah saudara kami Tjetjep Firmansyah, semoga amal ibadah almarhum diterima Allah SWT," kata adik kandung almarhum, Mayerni.
Dia menyebut informasi selanjutnya mengenai prosesi pemakaman akan disampaikan kemudian.
Tjetjep adalah adik Bambang Hermansyah dan abang Ali "Jordan" Budimansyah, yang merupakan legenda tim nasional bola basket Indonesia.
Almarhum dikenal sebagai salah satu pelatih tersukses dalam sejarah bola basket Indonesia. Dia mengawali kiprahnya dari level klub sebelum dipercaya menangani tim nasional.
Pada Kejuaraan SEABA 1996 di Surabaya, Tjetjep membawa timnas putra Indonesia mencatat sejarah dengan mengalahkan Filipina untuk pertama kali dan sekaligus menjadi juara Asia Tenggara.
Prestasinya berlanjut saat menangani Aspac. Bersama klub tersebut, dia mempersembahkan empat gelar, yakni masing-masing dua gelar Kobatama pada musim 2000-2001 dan 2002-2003, serta dua gelar Indonesian Basketball League (IBL) pada 2003-2004 dan 2005-2006.
Di level timnas, Tjetjep juga mengantarkan Indonesia meraih medali perunggu SEA Games 1999 di Brunei Darussalam dan medali perak SEA Games 2001 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Medali perak pada 2001 menjadi pencapaian bersejarah karena merupakan yang pertama bagi timnas putra Indonesia dalam SEA Games.
Selain Aspac, Tjetjep juga pernah menangani sejumlah klub dan kembali dipercaya menjadi pelatih kepala timnas putra Indonesia pada SEA Games 2013 di Myanmar.
Kepergian Tjetjep menjadi kehilangan besar bagi basket Indonesia, terutama bagi generasi yang tumbuh bersama kejayaan bola basket nasional pada era 1990-an hingga 2000-an.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pelatih legendaris Indonesia Tjetjep Firmansyah meninggal dunia
Pewarta: Donny Aditra
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.