Panglima TNI: Operasi Papua rebut delapan pucuk senjata dari OPM
Tadi laporan dari Pangkogabwilhan (Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan) sudah mendapatkan delapan pucuk senjata, ada jenis SS1 V1 yang direbut oleh OPM dari satuan TNI, delapan pucuk
Jakarta (ANTARA) - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengatakan operasi penindakan terhadap kelompok OPM (Organisasi Papua Merdeka) di Papua menunjukkan perkembangan dengan direbutnya delapan pucuk senjata yang sebelumnya dikuasai kelompok tersebut.
“Tadi laporan dari Pangkogabwilhan (Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan) sudah mendapatkan delapan pucuk senjata, ada jenis SS1 V1 yang direbut oleh OPM dari satuan TNI, delapan pucuk,” kata Agus saat ditemui di Jakarta, Minggu.
Agus menyampaikan perkembangan tersebut saat ditanya mengenai tindak lanjut operasi TNI untuk mengejar pihak yang berada di balik sejumlah kejadian tewasnya warga sipil di wilayah Papua.
Baca juga: Panglima TNI tegaskan penanganan OPM di Papua dilakukan kolaboratif
Ia belum merinci mengenai identitas pelaku yang telah diidentifikasi maupun lokasi pengamanan delapan pucuk senjata tersebut.
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI. Informasi mengenai hasil operasi itu disampaikan berdasarkan laporan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) kepada Panglima TNI.
Sebelumnya, Komando Operasi (Koops) TNI Habema menyebut empat anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) tewas dalam kontak senjata dengan personel TNI di Kampung Balamai Atas, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Jumat (25/9).
Panglima Koops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat, mengatakan kelompok bersenjata tersebut diduga merupakan OPM Kodap VIII/Intan Jaya pimpinan Daniel Aibon Kogoya.
Menurut keterangan Koops TNI Habema, personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon, 50 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter, satu magazen SS2 V1, alat komunikasi, telepon seluler, serta sejumlah perlengkapan lapangan lainnya.
Baca juga: Panglima TNI: Festival band jadi ruang cari bakat musik Indonesia
Baca juga: Pasukan masih tangani bencana, HUT Ke-81 TNI digelar sederhana
Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.