Pakar nilai konsep halal jadi ekosistem industri bernilai tambah
Pakar nilai konsep halal jadi ekosistem industri bernilai tambah
Minggu, 27 September 2026 17:58 WIB
Sekretaris Pusat Halal Science Center IPB University Mala Nurilmala dalam Industrial Festival x Halal Indo 2026, Tangerang, Banten, Minggu (27/9/2026) (ANTARA/A Muzdaffar Fauzan)
Tangerang, Banten (ANTARA) - Sekretaris Pusat Halal Science Center IPB University Mala Nurilmala menilai konsep halal tidak lagi sebatas sertifikasi produk, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari ekosistem industri yang berkaitan dengan perdagangan, investasi hingga penciptaan lapangan kerja.
"Halal itu bukan sesuatu yang hanya isu religi saja, tapi bagaimana halal itu berhubungan dengan arah industri ke depan, bagaimana arah trading ke depan, bagaimana arah investasi ke depan, termasuk juga jobs-nya. Itu semuanya berkaitan dengan halal ekosistem," kata Mala di Industrial Festival x Halal Indo 2026, Tangerang, Banten, Minggu.
Mala menjelaskan perkembangan konsep halal telah memasuki tahapan yang semakin luas. Jika sebelumnya halal lebih banyak dikaitkan dengan aspek religi dan sertifikasi, kini halal juga mencakup sains, teknologi, traceability, inovasi, keberlanjutan, serta daya saing global.
Mala menyampaikan konsumen semakin memperhatikan asal bahan yang digunakan dalam produk, termasuk aspek kehalalan dan traceability.
Selain kehalalan bahan, menurut dia, industri juga perlu memperhatikan potensi kontaminasi halal serta keberlanjutan rantai pasok.
Dengan demikian, penerapan prinsip halal tidak berhenti pada sertifikasi produk, tetapi mencakup keseluruhan proses dalam ekosistem industri.
Ia menambahkan perkembangan konsep halal tersebut menunjukkan semakin luasnya keterkaitan antara aspek halal dengan aktivitas industri, mulai dari bahan baku, proses produksi, hingga produk yang dikonsumsi masyarakat.
Sebelumnya, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memperkuat kesiapan Indonesia menjadi pusat industri halal dunia melalui penguatan ekosistem industri dari hulu hingga hilir, peningkatan daya saing, serta perluasan akses pasar global.
“Pasar halal dunia terus menunjukkan pertumbuhan positif. Pada tahun 2024, konsumsi umat Muslim di enam sektor ekonomi syariah telah menembus 2,6 triliun dolar AS. Angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi 3,56 triliun dolar AS pada tahun 2029,” kata Menperin pada Industrial Festival x Halal Indo 2026 di ICE BSD Tangerang, Banten, Kamis (24/9).
Menurut dia, Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi pemain utama industri halal dunia, terutama dari sisi pasar domestik. Konsumsi rumah tangga Indonesia mencapai Rp5.974,9 triliun pada semester I 2026, dengan jumlah penduduk Muslim mencapai 252,8 juta jiwa.
“Berbekal modal utama ini, Indonesia harus bertransformasi dari sekadar pasar menjadi produsen dan pemain utama industri halal dunia,” ungkapnya.
Pewarta : Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026