NEXT Indonesia: Upstreaming BUMN perkuat pasokan barang dalam negeri
Jakarta (ANTARA) - Direktur NEXT Indonesia yang juga pengamat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Herry Gunawan menilai strategi upstreaming yang dilakukan BUMN melalui pemanfaatan keuntungan untuk akuisisi perusahaan di luar negeri dapat memperkuat ketersediaan barang di dalam negeri.
Herry menilai strategi tersebut dapat mempercepat ketersediaan barang yang dibutuhkan masyarakat dan industri domestik.
“Strategi upstreaming yang ingin dilakukan tampaknya untuk mempercepat atau akselerasi ketersediaan barang yang dibutuhkan di dalam negeri sehingga walaupun diproduksi di luar negeri, tetapi yang didatangkan adalah produk sendiri,” ujar Herry saat dihubungi di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, setidaknya terdapat tiga keuntungan dari strategi tersebut.
Pertama, laba perusahaan yang diakuisisi berpotensi kembali ke Indonesia. Kedua, ia menilai kepemilikan perusahaan di luar negeri dapat memperkuat kemampuan Indonesia dalam menjaga kesinambungan pasokan barang yang dibutuhkan di dalam negeri.
Ketiga, pasokan yang lebih terjamin dapat membantu menjaga stabilitas harga di dalam negeri.
Meski demikian, Herry mengingatkan pemerintah tetap perlu memperhatikan dampak strategi tersebut terhadap produsen domestik, khususnya petani dan peternak kecil, agar produk dari perusahaan luar negeri yang diakuisisi tidak justru menekan produk dalam negeri.
Dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Jumat, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pemerintah bersama Danantara mengarahkan keuntungan BUMN untuk mempercepat hilirisasi.
Presiden menyebut keuntungan BUMN pada 2025 meningkat menjadi Rp326 triliun atau tumbuh 75,3 persen, sedangkan dividen yang disetorkan mencapai Rp142,3 triliun atau meningkat 67 persen.
Adapun pemerintah telah melakukan groundbreaking sebanyak 26 proyek hilirisasi bersama Danantara sepanjang 2026.
Selain hilirisasi, pemerintah juga mendorong strategi upstreaming dengan memanfaatkan keuntungan BUMN untuk mengakuisisi perusahaan-perusahaan terbaik dunia.
Langkah tersebut ditujukan untuk memperoleh teknologi, manajemen, dan akses pasar yang dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.