Negara/Affan gagal tembus putaran ketiga tenis meja ganda putra
Jakarta (ANTARA) - Ganda putra Indonesia Muhammad Negara/Affan Pratama gagal menembus putaran ketiga cabang olahraga tenis meja Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kalah 2-3 dari wakil dari India, Harmeet Desai/Sathiyan Ghanasekaran, Jumat.
Dikutip dari laman penyelenggara, dalam pertandingan putaran kedua yang berlangsung selama total 41 menit di Sky Hall Toyota, Jepang, Jumat, itu, tim Indonesia takluk 4-11, 7-11, 11-7, 11-8, 6-11.
Pasangan andalan Indonesia tersebut sempat membuka asa setelah mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada gim ketiga dan keempat. Namun, ketenangan dalam mengeksekusi pukulan panjang dari lawan, mampu meredam permainan cepat Negara/Affan.
Baca juga: Langkah Citra Rasmi terhenti di putaran kedua tenis meja tunggal putri
Baca juga: Putri/Rasmi kalahkan wakil Kazakhstan untuk melangkah ke 16 besar
Keunggulan 11-6 pun menjadi milik India, sekaligus memastikan kemenangan dengan skor 3-2.
Perjuangan Muhammad Negara/Affan Pratama dimulai dari putaran pertama nomor ganda putra, pada Kamis (24/9). Saat itu mereka berhasil mengalahkan atlet asal Qatar, Abdullah Abdulhussein/Mohammed Ahussein dengan skor 3-0 (11-8, 11-7, 11-9). Kemenangan tersebut membuat perjalanannya berlanjut ke putaran kedua.
Sementara hasil berbeda dituai oleh pasangan senegaranya, Gusti Desrizal/Muhammad Inzaghi. Pasangan itu justru kalah 0-3 (3-11, 4-11, 5-11) melawan wakil dari Korea Utara, Ri Jong Sik/U Tae Ryong.
Sebelumnya, pada hari yang sama, atlet tenis meja Indonesia Citra Rasmi juga terhenti di putaran kedua nomor tunggal putri Asian Games Aichi-Nagoya 2026, lantaran tumbang 0-4 dari wakil dari Korea Selatan Shin Yu-bin.
Baca juga: Raih emas, Indonesia gagalkan China kawinkan gelar bulu tangkis beregu
Baca juga: Prabowo telepon tim bulu tangkis: Berjuang terus ya!
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.