Muncul Fenomena Cari Kerja Susah, Tapi Pengusaha Sulit Cari Karyawan
Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) DKI Jakarta, Nurjaman, mengungkap persoalan yang dihadapi dunia usaha dalam merekrut tenaga kerja. Di tengah kondisi pencari kerja yang kesulitan mendapatkan pekerjaan, perusahaan juga mengaku kesulitan mencari pekerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan.
"Betul, kita juga mencari orang susah, nyari yang punya skill. Kita perusahaan karena ingin meningkatkan produktivitas, berarti kita harus mencari orang karyawan yang punya skill. Itu yang susah," kata Nurjaman kepada CNBC Indonesia, Sabtu (26/9/2026).
Menurut dia, kondisi tersebut membuat dunia usaha menghadapi situasi yang cukup paradoks. Di satu sisi, jumlah angkatan kerja yang mencari pekerjaan cukup banyak. Namun, di sisi lain, perusahaan tidak mudah mendapatkan tenaga kerja dengan kompetensi yang dibutuhkan.
"Di satu sisi pekerjaan dicari susah, tapi di satu sisi pengusaha juga nyari karyawan susah, yang punya skill. Gitu loh. Itu yang dicari yang punya skill susah emang. Susah," ujarnya.
Nurjaman mengatakan, persoalan tersebut berkaitan dengan kesesuaian antara kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan perusahaan. Menurutnya, perusahaan menginginkan calon pekerja yang sudah memiliki kemampuan ketika mulai bekerja.
"Ya seperti itu. Kita tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Jadi kita kan maunya pakai orang itu begitu masuk sudah bisa. Tidak lagi ada biaya pendidikan. Kan gitu. Itu yang agak sulit," jelasnya.
Pelamar kerja penyandang disabilitas sensorik wicara berbincang dengan perwakilan perusahaan saat mengikuti Jakarta Pusat Job Connect 2026 di Jakarta Pusat, Selasa (15/9/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Pelamar kerja penyandang disabilitas sensorik wicara berbincang dengan perwakilan perusahaan saat mengikuti Jakarta Pusat Job Connect 2026 di Jakarta Pusat, Selasa (15/9/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Ia menilai keterampilan menjadi salah satu modal penting bagi pencari kerja untuk masuk ke dunia industri. Karena itu, pengalaman sebelum masuk ke perusahaan dapat menjadi nilai tambah bagi calon pekerja.
Pemerintah saat ini juga mendorong program pemagangan untuk membantu menjembatani kebutuhan tersebut. Nurjaman mengatakan, pengalaman magang dapat menjadi bekal bagi calon pekerja sekaligus membantu perusahaan mendapatkan tenaga kerja yang sudah memiliki keterampilan dasar.
"Harapan pengusaha, begitu orang datang itu sudah punya kompetensi. Ya bisa, makanya kan pemerintah sekarang melakukan pemagangan. Nah dari situ kita akan berangkat, siapa tahu sudah mempunyai karyawan yang sudah pernah magang, itu menjadi modal untuk bisa mencari pekerjaan sehingga kami juga merekrut orang yang sudah pernah magang, kan yang sudah punya skill di situ," kata Nurjaman.
Meski demikian, menurutnya, kebutuhan tenaga kerja melalui jalur tersebut belum sebanding dengan jumlah angkatan kerja yang tersedia.
"Tapi kan nggak banyak juga kebutuhan itu. Tidak sebanding dengan angkatan kerja yang ada," pungkasnya.
(wur)
[Gambas:Video CNBC]