MIND ID Distribusikan Rp 180 Triliun untuk Dorong Perputaran Ekonomi Daerah |Republika Online
Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID mendistribusikan nilai ekonomi sebesar Rp 180,30 triliun kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan sepanjang 2025. (ilustrasi)
REPUBLIKA.CO.ID,Β JAKARTA -- Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID mendistribusikan nilai ekonomi sebesar Rp 180,30 triliun kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan sepanjang 2025. Penyaluran tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan mendorong perputaran ekonomi di daerah sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Berdasarkan Sustainability Report 2025, nilai ekonomi yang didistribusikan mencakup pembayaran pajak dan dividen kepada pemerintah sebesar Rp 32,82 triliun. Selain itu, distribusi juga diberikan kepada pemasok, karyawan, dan komunitas di sekitar wilayah operasional.
Division Head of Sustainability MIND ID Binahidra Logiardi mengatakan MIND ID tidak hanya berorientasi pada peningkatan kinerja bisnis, tetapi juga menjalankan peran sebagai penggerak pembangunan ekonomi nasional melalui penciptaan manfaat yang langsung dirasakan masyarakat.
"Sebagai BUMN, kami adalah agent of development sehingga dampak ekonomi menjadi sangat penting. Kami mendukung program pemerintah untuk mendorong kedaulatan ekonomi nasional," kata Binahidra dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Selasa (4/8/2026).
Ia menjelaskan lebih dari 90 persen pemasok Grup MIND ID berasal dari pelaku usaha lokal dan domestik. Keterlibatan tersebut dilakukan mulai dari tahap eksplorasi hingga pemasaran produk, mencakup penyediaan bahan bakar, alat berat, suku cadang, layanan kontraktor, hingga distribusi.
"Dari sisi rantai pasok dan aspek sosial, kami melihat keterlibatan pemasok lokal dan domestik sangat penting. TKDN menjadi salah satu ukuran pencapaian operasi dan bisnis kami," ujar Binahidra.
Pendekatan tersebut tidak hanya memperkuat perekonomian daerah, tetapi juga memitigasi risiko gangguan pasokan serta meningkatkan efektivitas operasional. Dengan memperluas partisipasi pelaku usaha nasional, manfaat ekonomi dari aktivitas pertambangan tidak hanya berasal dari produksi mineral, tetapi juga dirasakan industri pendukung dan masyarakat di sekitar wilayah operasional MIND ID yang tersebar dari Sumatra Utara hingga Papua Tengah.
sumber : Antara