Tanah Bekas Tambang di Sulawesi Simpan Potensi Mikrobioma

Tanah Bekas Tambang di Sulawesi Simpan Potensi Mikrobioma

Jakarta, CNBC Indonesia - Lahan bekas tambang emas di Poboya, Sulawesi, masih menyimpan potensi mikrobiologis. Peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menemukan sejumlah mikroba yang mampu bertahan untuk membantu pemulihan lingkungan.

Temuan ini diperoleh melalui analisis mikrobioma tanah menggunakan teknologi Oxford Nanopore Sequencing (ONT) dan pendekatan metagenomik.

"Tanah bekas tambang ternyata tidak sepenuhnya miskin spesies. Penanaman kembali atau revegetasi menjadi jalur yang sangat potensial untuk pemulihan mikroba di lahan bekas tambang," kata peneliti IPB University dari Departemen Biokimia Rahadian Pratama, dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (16/9/2026).

Peneliti menemukan konsorsium mikroba dengan perangkat metabolik yang mendukung kemampuan bertahan di lingkungan tercemar. Salah satunya bakteri dari kelompok Variovorax.

Hasil analisis genom menunjukkan Variovorax memiliki gen yang berkaitan dengan penguraian polutan, resistensi logam berat, serta produksi siderofor untuk membantu penyerapan besi. Bakteri tersebut juga memiliki gen yang berperan dalam mendorong pertumbuhan tanaman.

Pilihan Redaksi

  • Temuan Makhluk 18 Juta Tahun Bisa Ubah Asal Usul Manusia
  • Bumi Berdenyut Tiap 125 Menit Terima Sinyal Misterius dari Antariksa
  • Bahayanya Bikin Ngeri, Luas Lubang Lapisan Ozon Sudah Segini

"Analisis genom ini memberikan bukti konkret mengenai potensi bioremediasi asli dari tanah Sulawesi. Ini menjadi petunjuk nyata untuk memulihkan tanah yang terdampak aktivitas pertambangan sekaligus meningkatkan produktivitas tanaman di sekitarnya," ujar Rahadian.

Ia mengatakan aktivitas pertambangan tidak serta-merta menghilangkan seluruh potensi mikrobiologis tanah. Revegetasi atau penanaman kembali juga menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan pemulihan komunitas bakteri di tanah bekas tambang.

Menurut Rahadian, kawasan Wallacea memiliki sumber daya genom yang kaya dan masih belum banyak dieksplorasi. Karena itu, pemantauan mikrobioma juga penting dilakukan pada lahan yang telah beralih fungsi menjadi area pertanian.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]