Menteri PU: Progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kupang tersisa empat persen
Menteri PU: Progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kupang tersisa empat persen
Jumat, 17 Juli 2026 15:05 WIB
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo saat meninjau Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi I Kabupaten Kupang, NTT, Jumat (17/7/2026). ANTARA/Kornelis Kaha
Kupang (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi I Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kini sudah difungsionalkan dengan 246 siswa SD, SMP hingga SMA walaupun progresnya masih tersisa empat persen.
βSekolahnya bagus, walaupun belum 100 persen tetapi sudah bisa digunakan,β kata Menteri PU, saat meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kupang, NTT, Jumat.
Dalam kunjungan kerja itu, Menteri Dody meninjau lapangan sepak bola yang sudah ditanami rumput, agar anak-anak yang bersekolah di SR bisa bermain bola.
Selain lapangan sepak bola, area tersebut juga dilengkapi dengan lapangan basket dan lapangan bola voli.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri PU menyempatkan diri untuk menyapa 246 siswa SR yang kini sudah menempati gedung baru tersebut.
Dody mengatakan kapasitas sekolah tersebut dapat menampung 1.080 siswa termasuk guru serta bapak dan ibu asramanya.
Saat ini jumlah siswa/siswi SR secara keseluruhan mencapai 346 siswa, dengan 100 siswa masih menempati SR sementara yang ada di Centra Effata di Oelamasi, Kabupaten Kupang, sedangkan sisanya sudah menempati sekolah tersebut.
Nantinya jika SR tersebut sudah terbangun 100 persen, anak-anak yang ada di Sentra Effata akan dipindahkan ke SR yang sudah dibangun.
Menteri Dody juga menargetkan pembangunan SR tersebut selesai pada Agustus 2026, dan akan langsung diresmikan.
Dia menyampaikan terima kasihnya kepada Pemprov NTT serta Pemerintah Kabupaten Kupang, yang sudah menambah dua hektare lahan untuk memperluas area SR tersebut.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menteri PU sebut progres pembangunan SR di Kupang tersisa empat persen
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT Β© ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.