Menteri P2MI Belum Terima Aduan PMI Pasca Serangan Houthi di Arab Saudi
Kamis, 17 September 2026 - 14:40 WIB
VIVA –Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menyampaikan kondisi pekerja migran Indonesia (PMI) setelah serangan drone yang diluncurkan kelompok Houthi ke Mekkah, Arab Saudi, pada Selasa malam. Menurutnya, hingga kini belum ada PMI yang mengadukan dampak serangan tersebut kepada pihaknya.
Baca Juga
"Belum ada aduan dari PMI (yang) mau pulang terkait dengan adanya serangan kemarin, belum," kata Mukhtarudin di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis 17 September 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Mukhtarudin juga telah menerima laporan terbaru dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah terkait serangan drone tersebut. Drone yang diluncurkan kelompok Houthi itu berhasil dicegat pasukan Kerajaan Arab Saudi sebelum memasuki wilayah udara Kota Makkah.
Baca Juga
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui perwakilannya di Arab Saudi telah memberikan peringatan dan imbauan kepada warga negara Indonesia (WNI), termasuk para PMI yang bekerja di negara tersebut.
"Sampai hari ini, dari perwakilan kami sudah memberikan peringatan-peringatan kepada WNI kita agar menghindari wilayah-wilayah yang potensinya terdampak konflik; tetapi sampai hari ini, seperti (ibadah) umroh, berjalan seperti biasa. Jadi, belum ada sesuatu yang signifikan terjadi," jelas Mukhtarudin.
Baca Juga
Dia juga menegaskan Pemerintah terus melakukan pemantauan dan koordinasi secara rutin dengan perwakilan yang ada di luar negeri, terutama negara-negara di Timur Tengah, serta menyiapkan sejumlah antisipasi jika eskalasi konflik berlanjut.
"Kami sudah melakukan komunikasi rutin dengan perwakilan kami yang ada di luar negeri, khususnya negara-negara timur tengah, ya. Ada atase kami di sana, ada Kementerian (Luar Negeri) juga, kami rajin untuk terus koordinasi untuk memantau situasi," kata Mukhtarudin. (ANT)
Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, Arab Saudi menuding kelompok Houthi berupaya menyerang Mekkah, kota paling suci dalam Islam. Juru bicara pasukan koalisi Pimpinan Arab Saudi, Kolonel Turki Al-Malki, mengatakn bahwa Houthi meluncurkan sebuah drone ke arah Mekkah pada Selasa malam 15 September 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun drone tersebut berhasil ditembak jatuh oleh Pasukan Pertahanan Udara Arab Saudi sebelum memasuki wilayah udara terbatas di sekitar kota suci Mekkah.
"Keamanan Dua Masjid Suci dan para jamaah adalah garis merah," kata Al-Malki dikutip dari laman Time, Kamis 17 September 2026.
Halaman Selanjutnya
Ia memperingatkan bahwa koalisi pimpinan Arab Saudi tidak akan ragu mengambil langkah-langkah yang diperlukan dan memberikan tindakan tegas terhadap Houthi.