Menjajal Sendiri Produk Tambal Gigi 'Online' Abal-abal, Ternyata Begini Hasilnya
Daftar Isi
Jakarta -
Modal Rp 30 ribuan, produk berbentuk pelet, dan klaim bisa digunakan untuk menambal gigi sendiri. Produk seperti ini belakangan mudah ditemukan di berbagai marketplace dengan tawaran yang terdengar menggiurkan, mulai dari reusable, super strong, hingga non-toxic.
Harganya memang jauh lebih murah dibandingkan perawatan di dokter gigi. Tapi, apakah aman? Jelas tidak, para pakar yang kompeten sudah mewanti-wanti risikonya.
Buat yang masih belum yakin, berikut ini adalah pengalaman menjajal sendiri produk tambal gigi 'Do It Yourself' (D.I.Y) di marketplace.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengalaman Mencoba Produk Tambal Gigi 'D.I.Y'
Secara fisik, produk ini berbentuk pelet kecil berwarna putih susu dengan bentuk lonjong atau oval. Di kemasannya, tertulis buatan China dan tidak terlihat ada izin edar yang dicantumkan.
Saat bereaksi dengan air panas, pelet tersebut berubah menjadi lunak dan saling menyatu. Materialnya kemudian terlihat bening dan terasa kenyal sehingga mudah dibentuk.
Setelah dingin, material kembali mengeras dan warnanya menjadi lebih putih. Teksturnya terasa cukup kaku, tetapi masih dapat dipotong menggunakan gunting biasa.
Dari pengalaman tersebut, material memang terlihat praktis dan mudah dibentuk. Namun, kemudahan dibentuk tidak otomatis berarti bahan tersebut cocok digunakan sebagai tambalan gigi.
@detikhealth_official Niat hemat tambal gigi online, ujungnya malah berakibat fatal jadi infeksi? Gigi berlubang nggak bisa asal ditutup tanpa dibersihkan secara steril, malah bisa memicu pembusukan di dalam dan bikin gusi bengkak bernanah. Kalau ada masalah sama gigi, lebih baik langsung periksa ke dokter gigi terdekat ya! Creator: Nima #gigiberlubang#tambalgigi#kesehatangigi #detikhealth ♬ original sound - detikHealth
Menguji Klaim di Kemasan
Ada beberapa klaim yang memang sepatutnya dipertanyakan:
1. Reusable: Beneran Bisa Dipakai Berulang Kali?
Produk ini memang dapat dibentuk kembali. Namun, penggunaan berulang di dalam rongga mulut bukan berarti tanpa risiko.
Material yang ditempatkan di gigi perlu dapat dibersihkan dengan baik dan tidak meninggalkan celah yang memungkinkan plak serta sisa makanan menumpuk. Jika bahan tidak melekat dengan baik pada gigi, area di sekitarnya justru bisa lebih sulit dibersihkan.
Artinya, label reusable pada produk tidak sama dengan jaminan bahwa material tersebut aman digunakan berulang kali sebagai tambalan gigi.
2. Super Strong: Sekuat Apa Sih?
Dalam uji coba, material yang sudah mengeras memang terasa kaku. Namun, material tambal gigi tidak hanya dituntut keras.
Tambalan juga perlu mampu bertahan terhadap tekanan saat mengunyah, melekat dengan baik pada struktur gigi, serta memiliki sifat yang sesuai dengan kondisi di dalam rongga mulut.
Karena itu, kemampuan suatu material untuk mengeras atau sulit dipatahkan dengan tangan saja belum cukup untuk membuktikan bahwa material tersebut memiliki daya tahan seperti bahan restorasi gigi.
3. Non-Toxic: Aman Tanpa Racun?
Tulisan non-toxic pada kemasan juga tidak otomatis berarti produk aman digunakan sebagai bahan tambal gigi.
Keamanan material untuk rongga mulut perlu mempertimbangkan komposisi bahan, proses pembuatannya, serta pengujian biokompatibilitas dan keamanan untuk penggunaan tersebut.
Jadi, klaim non-toxic pada produk tidak bisa dijadikan satu-satunya dasar untuk menyimpulkan bahwa material tersebut aman ditempatkan di dalam gigi.
Yang Perlu Diingat, Gigi Berlubang Bukan Sekadar Lubang
Masalahnya, menutup lubang pada gigi tidak sama dengan mengatasi penyebab kerusakannya.
Pada gigi berlubang, dokter gigi perlu memeriksa seberapa jauh kerusakan sudah terjadi dan menentukan perawatan yang sesuai dan harus dalam keadaan steril. Jika kerusakan sudah mencapai bagian dalam gigi, sekadar menutup permukaannya tidak akan menyelesaikan masalah.
Penggunaan bahan sendiri tanpa pemeriksaan juga berisiko membuat kondisi gigi sebenarnya tidak terdeteksi atau perawatan yang dibutuhkan menjadi tertunda.
Jadi, Apakah Layak untuk Menambal Gigi?
Tidak. Produk pelet berbahan polyurethane ini tidak layak digunakan untuk menambal gigi. Produk pelet berbahan polyurethane memang terlihat praktis dan murah. Dari pengalaman dicoba, materialnya juga mudah dibentuk dan dapat mengeras kembali setelah dingin.
Namun, karakter tersebut belum cukup untuk menjadikannya pengganti bahan tambal gigi. Bahan yang bisa dibentuk dan mengeras belum tentu merupakan bahan restorasi yang aman dan sesuai untuk rongga mulut.
Jadi, kalau gigi berlubang atau patah, jangan hanya tergiur harga Rp 30 ribuan. Periksakan kondisi gigi ke dokter gigi agar kerusakannya bisa dinilai dan ditangani dengan bahan serta prosedur yang memang diperuntukkan untuk perawatan gigi.
(nim/up)