Mendagri sebut lulusan IPDN diminati pemda karena disiplin dan integritas - ANTARA News Ambon, Maluku
Kabupaten Sumedang (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) banyak diminati pemerintah daerah karena dibekali kemampuan akademik, disiplin, integritas, serta kepemimpinan selama menjalani pendidikan sehingga dinilai siap mendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Tito di Kampus IPDN, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu, mengatakan pada tahun ini sebanyak 1.204 praja diwisuda sebagai Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan, selain lulusan program magister, doktor, dan vokasi.
Para lulusan tersebut akan menunggu pelantikan sebagai calon aparatur sipil negara (ASN) sebelum ditempatkan di berbagai daerah.
"Kalau pelantikan nanti adalah pelantikan mereka menjadi calon PNS (pegawai negeri sipil) ya. Golongan 3A, di-direct entry istilahnya," kata Tito.
Menurut Tito, praja yang lulus merupakan peserta terpilih dari proses seleksi yang sangat ketat. Dari sekitar 38.000 hingga hampir 40.000 pendaftar, hanya sekitar 1.204 orang yang berhasil menyelesaikan pendidikan selama empat tahun, sementara sebagian lainnya gugur dalam proses pendidikan.
Ia mengatakan banyak kepala daerah telah mengajukan permintaan agar lulusan IPDN ditempatkan di wilayahnya karena dinilai memiliki kompetensi teknis dan karakter yang dibutuhkan birokrasi.
"Karena mereka kan bukan hanya belajar akademik, ilmu pemerintahan, atau ilmu-ilmu yang lain, tapi juga mereka di sini selama empat tahun digodokΒ masalah kesamaptaan jasmaninya, kesehatannya, ditambah lagi dengan mental ideologi, nasionalisme, integritas, militansi, disiplin, dan lain-lain," ujarnya.
Meski demikian, Tito menginginkan para lulusan memperoleh pengalaman bekerja di berbagai daerah terlebih dahulu agar memiliki wawasan yang lebih luas sebagai ASN.
"Adik-adik ini sebetulnya enggak harus kembali ke daerahnya, mereka belajar dulu lah melihat daerah lain di Indonesia. Jadi biar mereka muter menjadi ASN Indonesia, bukan ASN di kampungnya saja," katanya.
Tito menambahkan pemerintah masih menunggu jadwal pelantikan praja dari Istana dan menyiapkan dua skenario pelaksanaan, yakni di Istana Kepresidenan atau di kampus IPDN.
Ia menjelaskan pelantikan oleh Presiden bukan hal baru, namun pelaksanaan secara serentak di Istana masih menunggu keputusan pemerintah.
Setelah pelantikan, para lulusan akan disebar ke berbagai daerah untuk memperkuat kapasitas pemerintahan daerah dan mendukung pelayanan publik di seluruh Indonesia.
Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor : Luqman Hakim
COPYRIGHT Β© ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.