Menag dorong perayaan Natal nasional jadi momen perkuat kepedulian

Menag dorong perayaan Natal nasional jadi momen perkuat kepedulian

Jakarta (ANTARA) - Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong Perayaan Natal Nasional 2026 tetap berlangsung sederhana dan khidmat serta menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial di tengah bencana yang masih melanda sejumlah wilayah.

“Yang sekarang sedang kita tangani karena bencana. Jadi, jangan sampai kita terkesan bermewah-mewahan. Kita harus melihat kondisi yang ada,” ujar Menag di Jakarta, Senin.

Pernyataan itu disampaikan Menag saat menerima audiensi Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Christina Aryani di Jakarta. Audiensi turut dihadiri Staf Ahli Menteri Agama Adiyarto Sumardjono.

Pertemuan tersebut membahas persiapan Natal Nasional 2026, mulai dari konsep perayaan, kepanitiaan, waktu dan lokasi, hingga rencana rangkaian bantuan sosial dan penguatan Natal bersama di daerah.

Baca juga: Kemenag libatkan rumah ibadah pastikan anak dapat pendidikan agama

Menag meminta agar Natal Nasional tahun ini ditempatkan dalam konteks kondisi masyarakat, khususnya sejumlah daerah yang tengah menghadapi bencana.

Nasaruddin juga menekankan pentingnya menyesuaikan penyelenggaraan dengan kondisi daerah. Ia mencontohkan wilayah yang sedang mengalami musibah agar tidak terbebani dengan penyelenggaraan acara yang mengeluarkan biaya besar.

Fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan agar pesan perayaan tetap terjaga tanpa mengabaikan situasi masyarakat.

“Kita memang menginginkan acara yang masif agar gaungnya terasa, namun kita tetap harus peka terhadap kondisi sekitar. Jangan sampai penyelenggaraan ini menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat daerah yang sedang mengalami musibah. Oleh karena itu, kita harus memanfaatkan fasilitas yang sudah ada secara efektif namun tetap khidmat,” kata Menag.

Sementara itu, Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Christina Aryani menyampaikan selain perayaan Natal, bakal ada penyaluran bantuan sosial. Titik-titik penyaluran bantuan akan dikoordinasikan dengan mempertimbangkan wilayah yang membutuhkan.

Baca juga: Menag: Pembangunan ekonomi harus wujudkan keadilan sosial

Menurut dia, langkah tersebut membuat perayaan Natal Nasional tidak berhenti pada agenda seremonial. Bantuan sosial menjadi salah satu cara menerjemahkan semangat perayaan ke dalam kepedulian terhadap masyarakat, terutama mereka yang berada di wilayah terdampak bencana.

Penguatan Natal bersama di daerah nantinya dapat melibatkan penyelenggara dan penyuluh agama. Dalam audiensi juga dibahas kemungkinan pelaksanaan secara hybrid, sehingga daerah dapat terhubung dengan rangkaian perayaan Natal Nasional di tingkat pusat.

“Kami juga berencana mengadakan acara secara hybrid agar masyarakat dari berbagai kabupaten dapat turut serta menyaksikan dan merasakan kebersamaannya,” kata Christina.

Dengan pendekatan tersebut, Natal Nasional 2026 tidak hanya diposisikan sebagai perayaan yang berlangsung di satu panggung. Semangat kebersamaan diharapkan bergerak dari pusat menuju daerah, sementara pesan kepedulian sosial diwujudkan melalui bantuan yang menjangkau titik-titik yang membutuhkan.

Sementara terkait waktu pelaksanaan, salah satu opsi yang dibahas adalah awal Januari. Pertimbangannya, suasana Natal masih terasa setelah masyarakat kembali dari masa liburan. Menag menekankan agar waktu pelaksanaan juga disesuaikan.

Baca juga: Menag: MTQ momentum lahirkan sikap Qurani

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.