Membangun Kekayaan Butuh Puluhan Tahun, Bagaimana Menjaganya untuk Generasi Berikutnya?

Membangun Kekayaan Butuh Puluhan Tahun, Bagaimana Menjaganya untuk Generasi Berikutnya?

Pertanyaan ini semakin relevan bagi masyarakat segmen affluent dan high-net-worth (HNW) dengan pendapatan bruto di atas Rp900 juta per tahun. Mereka kini mulai memasuki fase ketika tujuan finansial tidak lagi h...

Pertanyaan ini semakin relevan bagi masyarakat segmen affluent dan high-net-worth (HNW) dengan pendapatan bruto di atas Rp900 juta per tahun.

Mereka kini mulai memasuki fase ketika tujuan finansial tidak lagi hanya berfokus pada pengembangan portofolio, tetapi juga menjaga nilai kekayaan dan memastikan keberlanjutan finansial keluarga.

Dalam konteks tersebut, inflasi menjadi salah satu risiko yang paling dikhawatirkan, diikuti potensi perlambatan pasar dan penurunan nilai bisnis.

Dalam rentang waktu 10, 20, bahkan 30 tahun, nilai dan daya beli kekayaan dapat tergerus oleh berbagai perubahan kondisi ekonomi.

Ketidakpastian global, dinamika pasar keuangan, fluktuasi nilai tukar, hingga inflasi masih membayangi perekonomian pada 2026.

Kondisi ini menunjukkan bahwa tantangan utama bukan hanya menumbuhkan aset, tetapi juga menjaga nilainya agar tetap berkelanjutan.

Karena itu, perencanaan warisan (legacy planning) menjadi bagian penting dalam pengelolaan keuangan jangka panjang.

Di tengah dinamika tersebut, perencanaan legacy juga perlu mempertimbangkan strategi diversifikasi.

Selain dilakukan melalui berbagai jenis aset, diversifikasi dapat dilakukan dalam mata uang berbeda, salah satunya dolar Amerika Serikat (USD).

Dalam 10 tahun terakhir, nilai tukar USD terhadap rupiah meningkat sekitar 38%, dari Rp13.238 per USD pada Juli 2016 menjadi Rp18.221,65 per USD pada Juli 2026, atau tumbuh rata-rata sekitar 3,25% per tahun.

Pergerakan tersebut menunjukkan pentingnya mempertimbangkan dinamika nilai tukar dalam merencanakan kebutuhan finansial jangka panjang.

Certified Financial Planner (CFP) Prudential Indonesia, Priskilla Fachruddin, menjelaskan pentingnya perencanaan legacy.

Menurutnya, keluarga perlu memikirkan bagaimana hasil kerja keras dapat terus memberikan manfaat bagi generasi berikutnya melalui perencanaan yang menyeluruh.

"Dalam mempersiapkan legacy, memiliki aset saja belum tentu cukup untuk memastikan masa depan keluarga tetap terlindungi. Berbagai perubahan kondisi ekonomi, termasuk inflasi, dinamika nilai tukar, serta risiko tak terduga dapat memengaruhi rencana finansial yang telah dipersiapkan. Karena itu, keluarga perlu mempertimbangkan diversifikasi, termasuk melalui aset dan perlindungan dalam mata uang USD, agar hasil kerja keras dapat terus memberikan manfaat dan kepastian finansial bagi generasi berikutnya," ujar Priskilla, Senin (3/8/2026).

Baca Juga: Habiburokhman Minta Korban Perekaman SPG GIIAS Segera Lapor Polisi, Pelaku Bisa Dijerat Pidana

Dalam membantu keluarga menjaga hasil kerja keras agar tetap memberikan manfaat bagi generasi berikutnya, Priskilla membagikan sejumlah tips perencanaan keuangan yang dapat menjadi pertimbangan, yaitu:

  • Tentukan tujuan legacy sejak awal, bukan hanya asetnya.

    Bagi banyak keluarga mapan, legacy tidak hanya berupa kekayaan, tetapi juga nilai, tujuan, dan dampak yang ingin diwariskan. Mulai dari memastikan bisnis keluarga tetap berkembang, menjaga kualitas hidup, memenuhi kebutuhan pendidikan, hingga mewariskan aset secara terencana kepada generasi berikutnya.

  • Perhitungkan perubahan nilai kekayaan dalam jangka panjang.

    Inflasi, pergerakan nilai tukar, dan perubahan ekonomi dapat memengaruhi nilai kekayaan. Karena itu, perencanaan perlu dievaluasi secara berkala agar tetap sesuai dengan kebutuhan generasi berikutnya.

  • Lakukan diversifikasi aset dan mata uang.

    Ketergantungan pada satu jenis aset atau mata uang dapat meningkatkan risiko finansial. Diversifikasi membantu keluarga mengelola risiko akibat perubahan kondisi ekonomi, termasuk melalui aset dan perlindungan dalam mata uang berbeda seperti USD.

  • Lengkapi perencanaan legacy dengan perlindungan yang memadai.

    Perlindungan jiwa dapat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan rencana finansial ketika terjadi risiko tak terduga, sehingga legacy yang telah dipersiapkan tetap memberikan manfaat, perlindungan, dan kepastian finansial bagi generasi berikutnya.

Chief Product Officer Prudential Indonesia, Astono Hermawan, mengatakan langkah tersebut dapat membantu memastikan legacy yang telah dipersiapkan tetap memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.

"Guna membantu masyarakat menjaga keberlanjutan rencana yang telah dibangun bagi generasi berikutnya sekaligus mempersiapkan kepastian finansial, Prudential Indonesia menghadirkan Asuransi Jiwa PRUFuture, solusi perlindungan jiwa berbasis USD," ujar Astono.