Masyarakat Bengkulu dan media gelar doa bagi lima jurnalis yang hilang di Selat Sunda - ANTARA News Bengkulu
Bengkulu (ANTARA) - Masyarakat, Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama jurnalis media setempat menggelar doa bersama untuk lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang saat menjalankan tugas liputan erupsi Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
"Doa itu senjata orang yang beriman karena Allah maha mengabulkan doa," kata Ketua MUI Provinsi Bengkulu Prof KH Zulkarnain Dali di Bengkulu, Rabu.
"Semoga doa yang dipanjatkan tadi diijabah, diinisiasi oleh pers di Kota Bengkulu bersama Kominfo Provinsi Bengkulu serta pemerintah daerah. Semoga lima awak media dan tiga awak kapal yang hilang di Selat Sunda segera ditemukan apapun hasilnya dan keadaannya, serta semoga keluarganya dalam kondisi sabar menerima cobaan ini," kata Zulkarnain.
Kepala Biro Antara Bengkulu Anom Prihantoro mengapresiasi pelaksanaan doa bersama tersebut karena salah satu dari lima jurnalis yang hilang merupakan jurnalis Antara.
"Saya mengapresiasi kegiatan doa bersama untuk lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang ketika mengambil gambar peristiwa erupsi Gunung Anak Krakatau, dan kami sangat berterima kasih kepada semua pihak, satu dari lima jurnalis itu adalah jurnalis Antara," kata Anom.
Dia mengatakan, salah satu jurnalis yang hilang juga merupakan teman yang dikenalnya secara pribadi dan bertugas mengambil foto dalam peliputan.
Kantor SAR Bengkulu memberangkatkan personel ke pulau terluar Indonesia di Bengkulu, Pulau Enggano sebagai upaya melakukan perluasan pencarian kemungkinan jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau terbawa arus hingga ke Bengkulu.
Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu mengirim sampel DNA jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu ke Pusat Kedokteran dan dan Kesehatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Pusdokkes Mabes Polri).
"Terkait pencocokan DNA jadi untuk jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara saat ini sudah dikirimkan sampel DNA-nya ke Pusdokkes Mabes Polri untuk dicocokkan," kata Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Imam Wijayanto.
Hal tersebut dilakukan guna memastikan identitas jenazah tersebut apakah ada kaitannya dengan hilangnya lima jurnalis dan tiga awak kapal yang meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Pewarta: Frendika Akbar Pratama
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.