Pemkab Batang sebut perusahaan AI membangun fasilitas di KITB

Pemkab Batang sebut perusahaan AI membangun fasilitas di KITB

Pemkab Batang sebut perusahaan AI membangun fasilitas di KITB

Rabu, 16 September 2026 16:38 WIB

Image Print

Sebuah bangunan perkatoran di Kawasan Industri Terpadu Batang. (ANTARA/HO-Humas Kabupaten Batang)

Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menginformasikan perusahaan berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) akan membangun fasilitas di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

"Perusahaan tersebut mulai membangun fasilitasnya di KITB pada 2027. Kemungkinan besar tahun depan sudah mulai dibangun," kata Bupati Batang Faiz Kurniawan di Batang, Rabu.

Menurut dia, pemerintah daerah terus mempersiapkan sejumlah kebutuhan dasar untuk mendukung masuknya investasi baru ke daerah.

Berdasar perhatian investor, kata dia, ada dua aspek utama yang menjadi perhatikan yaitu kepastian energi dan kepastian tenaga kerja.

"Kalau kita, investasi itu kan selalu bicara dua hal ya. Mereka terkait dengan kepastian energi, kemudian kepastian tenaga kerja, itu yang kemudian dibutuhkan," katanya.

Ia mengatakan untuk memenuhi kebutuhan para investor, pihaknya berupaya memastikan kedua kebutuhan tersebut dapat terpenuhi dengan baik sehingga proses investasi dapat berjalan sesuai rencana.

"Nah, kita mengupayakan supaya itu nanti bisa fulfill dengan baik," katanya.

Ia menjelaskan rencana masuknya investasi perusahaan berbasis kecerdasan buatan ini akan menambah daftar investasi berbasis teknologi yang diarahkan berkembang di kawasan industri Batang.

"Kami menyatakan terus memperkuat kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia sebagai bagian dari upaya menciptakan iklim investasi yang mendukung perkembangan industri di daerah," katanya.

Baca juga: Batang transformasikan Kecamatan Gringsing jadi penyangga KITB

Pewarta: Kutnadi
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.