Masuki Fase Baru, Industri Kripto Dinilai Perlu Penguatan Ekosisitem

Masuki Fase Baru, Industri Kripto Dinilai Perlu Penguatan Ekosisitem

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Jakarta, VIVA – Kalangan pelaku industri blockchain dan aset kripto dalam negeri menyatakan perlunya penguatan ekosistem guna menciptakan nilai ekonomi yang lebih luas dan inklusif. Sebab, industri blockchain dan aset kripto Indonesia memasuki fase baru.

Baca Juga

Chief Executive Officer Indodax William Sutanto menyattakan, fase baru itu seiring menguatnya kerangka regulasi dan meluasnya pemanfaatan teknologi blockchain di berbagai sektor lewat tokenisasi real world assets (RWA), intellectual property tokenization dan pembangunan infrastruktur digital.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Perkembangan ini menandai kerangka industri yang tak hanya berfokus pada perdagangan aset kripto, tetapi juga pada penguatan ekosistem guna menciptakan nilai ekonomi yang lebih luas dan inklusif," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Minggu, 16 Agustus 2026.

Baca Juga

Dia menjelaskan, menurut transisi pengawasan aset kripto ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berjalan relatif baik melalui pendekatan soft landing, fase berikutnya perlu diarahkan pada penguatan ekosistem, terutama melalui integrasi yang lebih luas dengan lembaga jasa keuangan lainnya serta regulasi yang tetap memberikan ruang bagi inovasi.

"Yang terpenting adalah bagaimana kepastian regulasi yang semakin kuat dapat menjadi fondasi bagi industri untuk menjadi ruang inovasi dan integrasi yang lebih luas dengan ekosistem keuangan dengan tetap menjaga perlindungan konsumen," kata William.

Baca Juga

Selain itu, tambahnya, kerangka regulasi perlu terus berbasis pada ruang terhadap inovasi, akses terhadap pasar yang lebih luas, dan perlindungan konsumen.

Melihat industri kripto yang berkembang cepat, menurut dia membuat kemampuan untuk mengakomodasi inovasi menjadi penting agar pelaku domestik dapat bertumbuh dan berkompetisi di tingkat global.

“Industri kripto berkembang sangat cepat. Karena itu, yang perlu terus dicari adalah keseimbangan agar inovasi tetap memiliki ruang untuk berkembang, sementara perlindungan konsumen tetap menjadi prioritas,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi pasar, lanjut dia dalam "Indonesia Blockchain Week 2026", bertambahnya jumlah exchange berizin atau perusahaan pedagangan aset kripto sebagai perkembangan positif karena memberikan pilihan bagi konsumen.

Namun, di tengah penurunan volume perdagangan kripto secara global, ia mengingatkan bahwa volume pasar harus bergerak seimbang dengan pertumbuhan jumlah pelaku guna memitigasi risiko konsolidasi di industri kripto nasional.

Halaman Selanjutnya

Pada kesempatan itu William menjelaskan di tengah penguatan industri kripto, pemanfaatan teknologi blockchain juga mulai berkembang ke berbagai kebutuhan ekonomi yang lebih luas, salah satunya tokenisasi aset sebagai alternatif pembiayaan pembangunan.