Kronologi Bentrokan Antarwarga di Menteng, Polisi: Berawal dari Aksi Geber Motor |Republika Online
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bentrokan antarwarga terjadi di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, pada Ahad (26/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Satu orang warga dilaporkan meninggal dunia akibat keributan tersebut. Sementara itu, sejumlah bangunan dan kendaraan menjadi sasaran pembakaran.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold EP Hutagalung, mengatakan peristiwa itu bermula kerika terdapat dua orang yang mengendarai sepeda motor menggeber knalpot kendaraan di dekat penjual nasi uduk kawasan Matraman Dalam, Menteng, tepat di belakang Jalan Tambak. Akibatnya, gerobak pedagang nasi uduk itu terdampak. Aksi itu juga menyulut emosi warga sekitar karena menyebabkan kebisingan.
Menurut dia, dua orang itu sempat ditegur oleh warga sekitar. Namun, dua orang itu tidak terima. "Dua orang itu mengajak teman-teman lainnya sejumlah lima orang kembali ke lokasi yang melakukan keributan bahkan merusak di beberapa UMKM yang ada, bahkan ada warga yang terpukul," kata dia, Ahad.
Keributan itu menyebabkan aksi saling lempar batu. Keributan juga meluas hingga ke Jalan Tambak, serta melibatkan warga sekitar yang merasa lingkungannya terusik.
Reynold menyatakan, terdapat dua orang yang menjadi korban akibat keributan itu, yang masing-masing berinisial K dan MS. Dua orang itu akhirnya harus dievakuasi ke RSCM. Namun, korban berinisial K dilaporkan meninggal dunia.
"Kami juga turut berduka cita bahwasanya dengan informasi yang ada, saudara K umur 23 telah meninggal dunia," kata dia.
Ia menambahkan, polisi juga telah menangkap tig orang warga yang diduga melakukan penganiayaan, yang berinisial S, T, dan U. Tiga orang itu masih terus diperiksa untuk memastikan penyebab awal bentrokan itu terjadi.
"Dilakukan pemeriksaan secara intensif untuk mengetahui asal-muasal peristiwa tersebut," kata Reynold.
Tak hanya itu, polisi juga melakukan pemeriksaan kepada warga yang menjadi korban perusakan. Setidaknya, terdapat 15 orang yang telah diperiksa oleh aparat kepolisian.
"Namun untuk klastering dalam peristiwa-peristiwa, kami beda-bedakan. Jadi terkait dengan peristiwa yang ada di Matraman Dalam, dan peristiwa di Jalan Tambak ini kami pisahkan. Mana korban ataupun yang patut diduga sebagai pelaku, tentunya itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya," ujar dia.
Menurut dia, pihaknya dibantu jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) 0501/Jakarta Pusat masih melakukan pengamanan untuk menciptakan kondusivitas di wilayah Jalan Tambak. Diharapkan, permasalahan itu tidak terus berlanjut.
"Saat ini tentu kami berharap tidak ada isu-isu ataupun informasi lain tentang situasi di lokasi ini yang kami nyatakan sampai dengan malam ini dan kami pastikan aman dan kondusif," kata dia.
Sebelumnya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan personel langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan masyarakat terkait bentrokan itu. Menurutnya, langkah cepat dilakukan untuk mengendalikan situasi, memberikan rasa aman kepada warga, sekaligus mengusut penyebab keributan.
"Berdasarkan informasi awal, keributan bermula saat sekelompok orang diduga mendatangi sebuah warung makan di samping Masjid Jami Matraman sambil membawa senjata tajam. Kelompok tersebut diduga merusak gerobak nasi uduk hingga memicu keributan dengan warga," kata dia.
Bentrokan itu kemudian berlanjut di Jalan Tambak berujung pada terbakarnya sebuah bangunan semi permanen serta empat sepeda motor. Namun, ia memastikan, situasi di lokasi kini telah kondusif dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.