Koster sebut pembangunan pusat kebudayaan Bali dilanjutkan November - ANTARA News Bali
Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa pembangunan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Kabupaten Klungkung tidak mangkrak karena akan dilanjutkan pada November 2026.
“Menjawab pertanyaan publik ini mangkrak kah Pusat Kebudayaan Bali, jawabannya tidak mangkrak, cuma karena saya sempat istirahat 2024 (pilkada) ya tidak lanjut, jadi lanjutnya menunggu saya periode kedua dulu,” kata Koster di Denpasar, Jumat.
Ia dalam Rapat Paripurna HUT Ke-68 Provinsi Bali menjelaskan justru saat ini Pemprov Bali memasuki tahap pembangunan zona inti kawasan.
Proyek PKB sedang di fase menetapkan manajemen konstruksi yang akan mengerjakan perencanaan dan desain hingga September 2026.
“Selanjutnya pekerjaan konstruksi akan dimulai Astungkara bulan November 2026 dan target selesai bulan Desember 2027,” ujarnya.
Untuk persoalan anggaran, pembangunan tahap pertama Pusat Kebudayaan Bali memerlukan anggaran sebesar Rp940 miliar dari total kebutuhan dana sebesar Rp1,4 triliun.
Realisasi alokasi anggarannya telah dimulai secara bertahap, yaitu sebesar Rp200 miliar pada tahun lalu, dilanjutkan sebesar Rp700 miliar pada tahun 2027, dan akan diteruskan hingga seluruh komitmen pendanaan tuntas.
“Jadi Desember 2027 kawasan Pusat Kebudayaan Bali zona intinya selesai, penataan lagi dikit-dikit sehingga Pesta Kesenian Bali tahun 2028 yang ke-50 kita bisa laksanakan di Kabupaten Klungkung di zona inti kawasan PKB,” kata Gubernur Koster.
Orang nomor satu di Pemprov Bali itu menilai keberadaan kawasan untuk kebudayaan Bali sudah mendesak, selama ini Bali hanya mengandalkan Taman Budaya Art Centre Denpasar yang kian sesak jika digunakan untuk ajang-ajang besar.
Di PKB Klungkung nanti, daya tampung seniman dan masyarakat akan sangat besar, sehingga ajang seni dan budaya besar akan dipindah kesana, seperti perhelatan seni terbesar tahunan di Pulau Dewata, Pesta Kesenian Bali.
“Ardha Candra (panggung Taman Budaya) sudah tidak menampung lagi, jadi itu akan kita gunakan untuk kegiatan-kegiatan yang madya, yang rutin, sementara yang besar di kawasan Pusat Kebudayaan Bali,” tuturnya.
Dengan kemampuan daya tampung yang besar lebih dari 300 hektare, PKB bahkan dirancang tidak hanya menjadi panggung seni, namun didukung fasilitas penunjang.
Ada ruang pameran, UMKM, hingga panggung konser berkelas dunia, tujuannya agar konser musisi internasional yang kerap kali berlangsung di Singapura berpindah ke Bali.
“Supaya wisatawan yang datang ke Bali makin banyak, karena saya sudah didatangi para owner (pemilik usaha) dari Singapura, beliau mengatakan ingin sekali buat acara besar di Bali tiap tahun, hanya fasilitasnya belum ada yang menampung 50.000 orang lebih,” katanya.
Para penyelenggara acara tersebut menjanjikan Pemprov Bali apabila memiliki fasilitas pendukung maka konser yang seringkali digelar di Singapura akan dipindah ke Pulau Dewata.
Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.