Korea Selatan soroti Korea Utara perkuat perbatasan, harap perundingan

Korea Selatan soroti Korea Utara perkuat perbatasan, harap perundingan

Seoul (ANTARA) - Menteri Pertahanan Korea Selatan Ahn Gyu-back menyebut langkah Korea Utara untuk memperkuat perbatasan kedua negara dan memutus hubungan sebagai tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya, lapor situs NK News pada Selasa.

“Sejak 2024, Korea Utara telah mengambil sejumlah langkah yang sangat kuat dan belum pernah terjadi sebelumnya untuk memutus hubungan antara kedua Korea, termasuk membangun pagar dan benteng pertahanan yang pada dasarnya terdiri dari tiga lapis di sepanjang perbatasan,” kata Ahn Gyu-back dalam forum Seoul Defense Dialogue.

Menurut dia, untuk mengatasi situasi di mana kedua negara saling bermusuhan, dialog antara Korea Utara dan Amerika Serikat harus membuka jalan bagi dimulainya kembali dialog antara Pyongyang dan Seoul.

Ahn mengatakan Seoul secara bertahap mengambil sejumlah langkah untuk memperbaiki hubungan antar-Korea, termasuk menghentikan operasi dan membongkar pengeras suara yang digunakan untuk menyiarkan propaganda ke arah Korea Utara.

Korea Selatan, lanjutnya, juga melanjutkan pencarian jenazah tentara yang tewas di wilayah Baekma Heights. Wilayah perbukitan di Korea Selatan tersebut pernah menjadi lokasi pertempuran saat Perang Korea.

Menteri Pertahanan itu berharap sejumlah upaya yang telah dilakukan Korea Selatan itu dapat mendorong Korea Utara kembali ke meja perundingan.

Dia juga berjanji Seoul akan terus mengambil langkah-langkah damai dan mengupayakan dialog, dengan tetap didukung kesiapan militer, meskipun Pyongyang terus membangun penghalang di sepanjang perbatasan.

Sejak 2024, Korea Utara telah melakukan pembangunan penghalang, penanaman ranjau, serta berbagai benteng pertahanan lainnya di sepanjang garis demarkasi militer.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan Pyongyang diperkirakan menyelesaikan penguatan perbatasan tersebut sekitar 2028.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Korsel dorong rezim perdamaian di Semenanjung Korea

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.