Kongres PSSI Putuskan Pemilihan Ketum Juli 2027, Erick Thohir Sebut Pendapatan Rp722 Miliar
Diutarakan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, bahwa organisasi di tingkat daerah itu akan diberikan kewenangan lebih besar untuk mendukung pembinaan sepakbola nasional.
PSSI menilai penguatan Asprov diperlukan setelah perkembangan tim nasional dan kompetisi domestik menunjukkan tren positif. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat pembinaan pemain dari level akar rumput.
"Kongres berjalan lancar dan baik. Tadi kita sampaikan, tentu hasil-hasil daripada program yang berjalan hari ini. Saya apresiasi, Tim Nasional Putra-Putri punya tentu hasil yang baik, lalu juga Liga juga hasilnya baik," buka Erick Thohir selepas Kongres PSSI, Senin (3/8/2026).
"Tetapi dari kongres hari ini justru yang kita tekankan bagaimana PSSI Provinsi ke depannya ini harus menjadi pondasi. Setelah Liga bagus, Tim Nasional bagus, justru sekarang PSSI Provinsi yang menjadi ujung daripada yang kita harapkan ke depan bisa berjalan lebih baik."
https://www.akurat.co/bola/879012/sambutan-tertulis-di-kongres-pssi-prabowo-nilai-timnas-indonesia-layak-ke-piala-dunia-2030
Selain itu, kongres juga menetapkan jadwal pemilihan pengurus Asprov PSSI pada Oktober hingga November 2026. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kesiapan masing-masing provinsi.
PSSI juga memastikan Kongres Pemilihan untuk periode kepengurusan 2027-2031 akan digelar pada Juli 2027. Proses pemilihan disebut akan berlangsung secara terbuka dan transparan.
Penjadwalan tersebut diharapkan dapat menyelaraskan program antara pengurus pusat dan Asprov sejak awal masa kepengurusan. Dengan demikian, arah kebijakan organisasi dapat berjalan lebih terintegrasi.
Dari sisi industri sepakbola, PSSI mengungkapkan pendapatan I.League sebagai operator Super League dan Championship telah mencapai Rp705 miliar per musim. Nilai tersebut disebut berdampak terhadap peningkatan pemasukan klub peserta kompetisi.
Sementara itu, PSSI melaporkan total pendapatan organisasi mencapai sekitar Rp722 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp63 miliar berasal dari APBN. Sedangkan sisanya diperoleh melalui sponsor, hak siar, penjualan tiket, serta merchandise.
"Dan juga kalau kita lihat tadi, Liga itu sekarang pendapatannya per musim sudah 705 miliar. Ini hal yang bagus, makanya klub-klub sekarang, Liga 1, Liga 2, mendapatkan pemasukan yang lebih tinggi lagi dibandingkan jauh sebelumnya," kata pria yang juga menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga itu.
"Nanti silakan cek masing-masing klub, tiga tahun yang lalu dan hari ini berapa pendapatan dari Liganya. Lalu juga, kita di PSSI senang, ya pendapatan kita kurang lebih tadi sudah diaudit, kurang lebih tahun ini 722 miliar."
Pembinaan sepakbola putri turut menjadi perhatian dalam kongres tahun ini. PSSI menyebut program pembinaan yang telah berjalan di 16 provinsi berhasil menghimpun basis data hampir 50 ribu talenta pemain putri dari berbagai kelompok usia.
Program tersebut mencakup pembinaan berjenjang mulai kategori U-15, U-17, hingga U-19. Sistem itu diproyeksikan menjadi fondasi regenerasi pemain untuk Timnas Putri Indonesia.
PSSI juga mengonfirmasi Liga Putri akan mulai bergulir pada Oktober 2026. Kompetisi tersebut direncanakan diikuti enam klub, sementara format dan jadwal pertandingan akan diumumkan kemudian.
Selain itu, PSSI mengkaji perubahan format Piala Presiden mulai tahun depan. Turnamen pramusim tersebut tidak lagi diproyeksikan diikuti klub dan sedang dipersiapkan untuk mendukung program pengembangan Timnas Indonesia.
Kongres turut mengesahkan sejumlah keputusan administratif. Di antaranya penerimaan anggota baru, pemberhentian anggota, perubahan nama klub, serta perubahan stadion.