Komisi III DPR Ungkap 3 PR Utama Kapolri Baru, Termasuk Kepercayaan Publik - Nasional Katadata.co.id
Jakarta — Anggota Komisi III DPR Habib Aboe Bakar Alhabsyi mendorong penyelesaian tiga pekerjaan rumah (PR) utama bagi Kapolri baru Komjen Pol Suyudi Ario Seto.
Pertama, memperkuat kepercayaan publik melalui perbaikan tata kelola, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kepercayaan publik harus menjadi fondasi utama dalam membangun institusi kepolisian yang semakin profesional, modern, transparan, dan dekat dengan masyarakat," ujar Habib Aboe dalam fit and proper test calon Kapolri, di Ruang Rapat Komisi III, Gedung Nusantara II, DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
"Saya yakin Jenderal Suyudi memiliki kemampuan untuk membawa Polri menuju level kepercayaan publik yang semakin tinggi secara konsisten,” lanjutnya.
Kedua, Habib Aboe memberikan perhatian terhadap persoalan narkotika dan dampaknya terhadap kapasitas lembaga pemasyarakatan.
Ia menilai pengalaman Suyudi ketika memimpin BNN menjadi modal penting untuk memperkuat sinergi antara Polri dan BNN dalam menangani persoalan narkotika secara lebih tepat sasaran.
“Pengalaman beliau ketika memimpin BNN dalam menyoroti persoalan overcapacity lembaga pemasyarakatan yang didominasi oleh tahanan kasus narkoba merupakan pengalaman yang sangat penting. Saya yakin sinergi Polri dan BNN ke depan dapat semakin diperkuat,” kata Habib Aboe.
Menurutnya, penanganan perkara narkotika perlu dilakukan secara proporsional dengan membedakan secara tegas antara jaringan pengedar atau bandar yang harus mendapatkan penindakan pidana berat dengan pengguna yang membutuhkan pendekatan rehabilitasi terpadu.
“Kita perlu memastikan bahwa jaringan pengedar dan bandar narkoba mendapatkan penindakan hukum yang tegas, sementara pengguna yang memang membutuhkan rehabilitasi dapat memperoleh penanganan yang tepat," tutur kata Anggota DPR dari Dapil Kalsel I tersebut.
"Saya yakin Kapolri baru mampu membangun formulasi kebijakan yang semakin sinergis bersama BNN untuk mewujudkan pendekatan tersebut,” sambung dia.
Ketiga, Habib Aboe berharap kepemimpinan Suyudi Ario Seto nantinya dapat memperkuat agenda transformasi Polri, baik dalam aspek internal maupun dalam hubungan institusi dengan masyarakat.
“Polri membutuhkan kepemimpinan yang mampu menerjemahkan visi besar menjadi langkah konkret. Saya optimistis Jenderal Suyudi dapat membawa semangat pembaruan, memperkuat profesionalisme Polri, dan terus membangun kepercayaan Masyarakat,” urai dia.
Tantangan riil
Habib Aboe juga menilai visi-misi yang dipaparkan Suyudi dalam pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan itu menggambarkan pemahaman terhadap tantangan bagi Polri.
“Saya sangat mengapresiasi kehadiran, kesiapan, serta materi pemaparan visi-misi yang telah Jenderal susun dengan sangat komprehensif hari ini. Dokumen ini merefleksikan pemahaman mendalam Jenderal terhadap tantangan riil yang dihadapi Polri saat ini,” paparnya.
Menurut Aboe, rekam jejak Suyudi memberikan keyakinan bahwa kepemimpinan baru Polri dapat menghadirkan terobosan konkret untuk memperkuat pembenahan internal sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat.
“Saya meyakini dengan rekam jejak yang bersih dan loyal pada agenda nasional, Jenderal Suyudi memiliki kapasitas untuk mengikis sekat-sekat kultural negatif di internal Polri dan menghadirkan pembenahan yang semakin kuat,” tandas dia.