Kodam Mulawarman tanam ratusan ribu pohon peringati HUT TNI - ANTARA News Kalimantan Timur
Balikpapan (ANTARA) - Komando Daerah Militer (Kodam) VI/Mulawarman menanam serentak 277.250 bibit pohon di Provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan sebagai rangkaian peringatan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Panglima Kodam (Pangdam) VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono memimpin langsung aksi penghijauan tersebut dari kawasan Transmigrasi Angkatan Darat (Transad), Karang Joang, Balikpapan Utara, Rabu.
"Pengabdian kepada bangsa dan negara tidak hanya diwujudkan melalui tugas pertahanan kedaulatan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kelestarian lingkungan,” kata Mayjen TNI Krido Pramono.
Ia menjelaskan penanaman pohon ini difokuskan pada area yang membutuhkan pemulihan ekosistem cepat, seperti bantaran sungai, lahan gundul, dan kawasan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dari total ratusan ribu bibit, Komando Resor Militer (Korem) 091/Aji Surya Natakesuma memberikan kontribusi terbesar dengan menanam 215.900 bibit.
Jumlah tersebut terdiri atas 109.000 bibit bakau (Rhizophora mucronata), 66.000 bibit tanaman keras seperti meranti dan bengkirai, serta 40.900 bibit pohon buah.
Sementara itu, Korem 092/Maharajalila menanam 60.350 bibit pohon di wilayah Kalimantan Utara yang mencakup 43.380 tanaman keras, 16.470 pohon buah, dan 500 bibit mangrove.
Di tingkat sekunder, Komando Distrik Militer (Kodim) 0905/Balikpapan turut menanam 1.000 bibit yang terdiri atas 836 pohon keras dan 164 pohon buah.
Aksi penghijauan massal ini mendapat apresiasi dari legislatif setempat.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan Gasali menilai gerakan berskala besar tersebut menjadi langkah nyata dalam memulihkan ekosistem Kalimantan yang rentan terhadap tekanan aktivitas manusia maupun bencana alam.
"Kegiatan ini sangat baik karena mengajarkan kita untuk merawat alam. Segala kebaikan yang kita tanam kelak akan kembali kepada diri kita sendiri,” ujarnya.
Menurut Gasali, penanaman pohon ini sangat relevan dengan karakteristik geografi Kalimantan yang rawan karhutla saat musim kemarau.
Kehadiran vegetasi baru diharapkan mampu memperkuat daya dukung lingkungan, menjaga kelembapan tanah, sekaligus meminimalisasi titik api (hotspot) pada masa mendatang.
Pewarta: Arumanto/Novi Abdi
Editor : M.Ghofar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.