Kodaeral Ambon perkuat keamanan dan kelancaran transportasi laut lewat koordinasi lintas sektor - ANTARA News Ambon, Maluku
AMBON (ANTARA) - Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX Ambon menggandeng seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat keamanan, keselamatan, dan kelancaran transportasi laut di wilayah Maluku yang memiliki karakteristik kepulauan.
"Transportasi laut menjadi salah satu urat nadi konektivitas di Maluku sehingga aspek keamanan dan keselamatan harus menjadi tanggung jawab bersama melalui koordinasi lintas sektor," kata Staf Ahli (Sahli) C Pok Sahli Kodaeral IX Letkol Laut (T) Muh Qomarodin di Ambon, Kamis.
Qomarodin menyampaikan hal tersebut saat mewakili Komandan Kodaeral IX Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas pada Upacara Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 di Lapangan Upacara Kantor Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Ambon, Waihaong, Kota Ambon.
Menurut dia, sinergi antara TNI AL, Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, aparat keamanan, pengelola transportasi, dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan untuk memastikan aktivitas pelayaran dan distribusi logistik di wilayah Maluku berlangsung aman dan lancar.
"Kondisi geografis Maluku yang terdiri atas banyak pulau membutuhkan konektivitas laut yang aman dan andal. Karena itu, komunikasi dan koordinasi antarpihak perlu terus diperkuat," ujar dia.
Ia mengatakan penguatan koordinasi tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan maritim, tetapi juga mencakup keselamatan pelayaran, kelancaran pergerakan kapal, serta distribusi kebutuhan masyarakat antarpulau.
Kodaeral IX, kata dia, memiliki peran dalam mendukung terciptanya situasi keamanan laut yang kondusif sehingga aktivitas transportasi dan perekonomian masyarakat dapat berjalan dengan baik.
"Keamanan dan keselamatan transportasi laut tidak bisa dibebankan kepada satu institusi. Dibutuhkan keterlibatan seluruh pihak sesuai tugas dan kewenangannya," katanya.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor juga penting untuk merespons berbagai tantangan transportasi di daerah kepulauan, termasuk kebutuhan aksesibilitas bagi wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Peringatan Harhubnas 2026 mengusung tema "Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju" yang menekankan pentingnya konektivitas, keselamatan transportasi, efisiensi logistik, serta pemanfaatan teknologi dalam mendukung sistem transportasi nasional.
Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath selaku inspektur upacara saat membacakan amanat Menteri Perhubungan menegaskan keselamatan transportasi merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan.
Penguatan aksesibilitas di wilayah 3T, integrasi antarmoda, transformasi digital, serta pembangunan budaya keselamatan secara berkelanjutan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan transportasi nasional.
Penetapan September sebagai Bulan Keselamatan Transportasi juga diharapkan meningkatkan kesadaran seluruh pihak terhadap pentingnya keselamatan dalam setiap aktivitas transportasi.
Bagi Maluku, penguatan konektivitas laut menjadi penting karena transportasi laut berperan dalam mobilitas masyarakat sekaligus mendukung distribusi barang dan logistik antarpulau.
Karena itu, Kodaeral IX mendorong koordinasi yang berkelanjutan dengan seluruh pihak untuk menciptakan transportasi laut yang aman, selamat, dan lancar guna mendukung aktivitas masyarakat serta pembangunan di Maluku.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.