Kepuasan Publik Turun, Akarnya Ada di Kabinet Prabowo: Presiden Lari Kencang, Menteri Kerja Seadanya
Sabtu, 01 Agustus 2026, 14:00 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Anas Urbaningrum menyoroti penurunan kepuasan masyarakat terhadap Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, presidenΒ membutuhkan jajaran kabinet yang lebih kompak dan efektif apabila ingin memperbaiki tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahannya.
Menurut Anas, persoalan utama bukan hanya terletak pada program pemerintah, tetapi juga pada irama kerja para menteri yang dinilai belum sepenuhnya sejalan dengan kecepatan kerja Presiden. Ia mengatakan struktur kabinet yang terlalu besar justru berpotensi memperlambat koordinasi dan menciptakan ketimpangan produktivitas antarkementerian.
Baca Juga: Rocky Gerung: Dua Tahun Berjalan, Presiden Prabowo Terbebani Menteri dari Koalisinya Sendiri
"Kabinet yang terlalu gemuk bisa menciptakan keadaan: Presiden lari kencang, kerja sangat keras, tetapi ada sebagian dari 'keluarga besar kabinet' hanya bekerja sekadarnya," ungkap Anas melalui media sosialnya, dikutip Sabtu (1/8/2026).
Penurunan kepuasan menurutnya masih bisa dibalik apabila pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kabinet dan pola kerja pemerintahan. Menurutnya, seluruh menteri harus bergerak dalam ritme yang sama di bawah kepemimpinan Presiden agar target pemerintahan dapat tercapai.
Ia juga mengingatkan agar tidak muncul kesan adanya menteri yang lebih diutamakan dibandingkan menteri lainnya karena hal tersebut berpotensi mengganggu soliditas kabinet.
"Konsolidasi kerja dan kinerja pemerintahan harus benar-benar utuh dan bersatu. Kesan sepintas ada yang 'diutamakan' dan 'dinomorduakan', termasuk dalam hal personel kabinet, penting untuk diselesaikan. Kabinet mesti benar-benar bergerak bersama dalam irama kerja yang dipimpin Presiden," ujarnya.
Karena itu, Anas mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan perampingan kabinet. Menurutnya, kabinet yang lebih ramping akan mempermudah koordinasi, mempercepat pengambilan keputusan, sekaligus membangun citra pemerintahan yang lebih efisien.
Selain pembenahan struktur kabinet, ia juga meminta pemerintah kembali memusatkan perhatian pada janji-janji kampanye yang telah disampaikan kepada masyarakat. Ia mengingatkan agar pemerintah tidak terlalu banyak meluncurkan program baru yang bersifat sementara, terutama di tengah kondisi fiskal yang terbatas.
"Kembali fokus untuk memenuhi janji kampanye yang eksplisit. Apalagi dengan ketersediaan anggaran yang relatif cupet. Manuver berupa kreasi program-program yang cenderung dadakan, bersifat ad hoc, sebaiknya tidak lagi dilakukan," ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya memperbaiki komunikasi publik pemerintah. Menurutnya, pemerintah sebaiknya lebih banyak membangun agenda dan narasi strategis daripada terus-menerus memberikan klarifikasi atas polemik yang berkembang.
Tak hanya itu, ia meminta pemerintah menggenjot kinerja pada sektor-sektor yang langsung dirasakan masyarakat, seperti pangan, kesehatan, pendidikan, lapangan kerja, pelayanan publik, dan keamanan.
Di akhir pernyataannya, Anas berharap evaluasi menyeluruh terhadap kabinet dan pola kerja pemerintahan dapat meningkatkan efektivitas pemerintahan Prabowo sekaligus mengembalikan kepercayaan publik.
Baca Juga: Dibuat Tak Percaya, Dokter Tifa Kaget Tiba-tiba Kembali Dituntut Hadir di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
"Rakyat berharap kinerja pemerintah makin baik dan itu akan terpantul pada angka approval rating yang juga baik (membaik)," pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.