Kepala BGN Warning Keras Soal MBG-Minta Guru Turun Tangan Lakukan Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono, meminta para guru ikut menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama para siswa di sekolah.
Menurutnya, kebiasaan tersebut penting bukan hanya untuk memastikan makanan dikonsumsi oleh siswa, tetapi juga menjadi bagian dari edukasi mengenai tata cara makan yang baik. Guru juga diminta berperan memastikan makanan yang dibagikan aman dan layak dikonsumsi.
"Saya ingin, menginginkan, dan memohon kesediaannya kepada Bapak-Ibu guru untuk menu MBG-nya dimakan bersama-sama dengan siswa. Tujuannya adalah untuk supaya sebagai ajang edukasi, menjadi tempat untuk mengedukasi siswa tadi," kata Sudaryono dalam keterangannya, dikutip Senin (10/8/2026).
Sudaryono mengatakan, guru juga memiliki peran penting sebagai pemeriksa terakhir atau organoleptik terhadap makanan MBG. Apabila makanan dinilai tidak layak, makanan tersebut tidak boleh dibagikan kepada siswa.
"Selain itu juga, di situ Bapak-Ibu guru perannya kami mohon sebagai organoleptik yang terakhir. Manakala tidak layak (dimakan), itu kemudian wajib hukumnya tidak dibagikan," ucap dia.
Ia menilai, dalam sejumlah kunjungannya ke sekolah, para guru telah menunjukkan peran aktif dalam mendukung pelaksanaan program MBG. Mulai dari membantu siswa mengantre, mengambil makanan, mendistribusikannya ke meja, hingga mengarahkan siswa mencuci tangan dan berdoa sebelum makan.
"Nah saya melihat dari beberapa kunjungan saya ke sekolah, itu Bapak-Ibu guru dengan prima ya, dengan sangat ikhlas, ketulusan hatinya, prima dan gembira, itu kemudian mendorong anak-anaknya untuk ikut berpartisipasi. Ikut ngantre mengambil, kemudian membawa, mendistribusikan ke meja-meja, kemudian mengajak anak-anak sekolahnya itu untuk cuci tangan, setelah cuci tangan, duduk kemudian berdoa bersama-sama," jelasnya.
Karena itu, Sudaryono kembali meminta para guru makan bersama siswa. Ia menekankan, kegiatan makan bersama tersebut dapat menjadi sarana pendidikan bagi siswa, termasuk mengenai kebersihan, doa, hingga tata krama saat makan.
Ompreng MBG Bakal Diberi Batas Waktu Konsumsi
BGN juga akan memperketat pengawasan terhadap waktu konsumsi makanan MBG. Setiap ompreng atau wadah makan MBG akan diberi tanda atau peringatan mengenai batas waktu makanan tersebut harus dikonsumsi.
"Selain itu, kami akan memberlakukan kewajiban untuk menuliskan di setiap omprengnya, itu ada tanda atau ada peringatan untuk dikonsumsi sebelum jam berapa. Ini peran Bapak-Ibu guru sangat penting sekali di sini, dan mohon sekali.. mohon maaf ini memang ini nambahi (pekerjaan) ya, tapi bagian dari pendidikan itu nambahi di organoleptiknya. Kalau memang jamnya di dalam ompreng (food tray) itu sudah melebihi jam yang tertera, kami minta Bapak-Ibu guru tidak boleh mengonsumsi, dan apalagi peserta didiknya, atau anak didiknya, siswanya juga tidak boleh mengonsumsi, manakala sudah melewati batas dari jam yang ditentukan," kata Sudaryono.
Kebijakan tersebut berkaitan dengan keamanan pangan. Sudaryono menegaskan makanan yang sudah melewati batas waktu konsumsi tidak boleh lagi dimakan, baik oleh guru maupun siswa.
(dce)
[Gambas:Video CNBC]