Kementerian Kebudayaan Gandeng PERURI Hidupkan Lagi Filateli untuk Gen Z

Kementerian Kebudayaan Gandeng PERURI Hidupkan Lagi Filateli untuk Gen Z

Kementerian Kebudayaan menjajaki kerja sama dengan PERURI untuk menghidupkan kembali filateli sebagai media belajar sejarah bagi generasi muda. Kerja sama juga mencakup pengelolaan museum, koleksi benda bersejarah, dan pengamanan sertifikat kebudayaan.

Bagikan:

JAKARTA – Kementerian Kebudayaan menjajaki kerja sama dengan PERURI untuk menghidupkan kembali filateli sebagai media belajar sejarah bagi generasi muda. Kerja sama juga mencakup pengelolaan museum, koleksi benda bersejarah, dan pengamanan sertifikat kebudayaan.

Rencana itu dibahas Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama Direktur Utama PERURI Teguh Arief Indratmoko di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Kamis, 23 Juli.

Fadli mengatakan PERURI memiliki rekam jejak panjang dalam mencetak uang, prangko, meterai, dan dokumen berharga. Produk tersebut dinilai menjadi bagian dari sejarah material Indonesia yang perlu dirawat dan dikenalkan kembali kepada masyarakat.

Salah satu kerja sama yang dibahas adalah pengembangan Museum Prangko di Taman Mini Indonesia Indah.

β€œKita sedang berupaya mengelola Museum Prangko yang ada di Taman Mini Indonesia Indah. Prangko ini dicetak PERURI, sehingga kita bisa berkolaborasi untuk mengembangkan museum tersebut,” kata Fadli.

BACA JUGA:


Kerja sama juga dapat mencakup koleksi meterai dan uang yang pernah diproduksi PERURI.

Menurut Fadli, benda fisik seperti uang, prangko, dan dokumen pos tetap penting meski penggunaannya semakin berkurang di tengah layanan digital. Benda-benda itu dapat menjadi pintu masuk bagi generasi muda untuk mempelajari sejarah.

β€œKita memerlukan edukasi terutama kepada Gen Z tentang kebudayaan material. Uang dan benda-benda pos termasuk yang paling mudah diperkenalkan kepada generasi muda,” ujarnya.

Kementerian Kebudayaan juga mendorong filateli tidak hanya dipandang sebagai hobi mengoleksi prangko. Koleksi tersebut dapat dikembangkan menjadi sarana belajar sejarah dan kebudayaan.

Sejumlah produk ikut dibahas, mulai dari barang suvenir museum, paspor museum, cap kunjungan, kartu pos bergambar, hingga lembaran prangko khusus.

PERURI menyambut rencana kerja sama tersebut. Perusahaan juga menawarkan teknologi cetak berpengaman untuk sertifikat Cagar Budaya Nasional, registrasi museum, dan Anugerah Kebudayaan Indonesia.

Cetak berpengaman merupakan teknik pencetakan dengan unsur khusus untuk mencegah pemalsuan dokumen.

Fadli Zon berharap kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan dan PERURI tidak hanya berhenti pada tata kelola museum dan penerbitan benda filateli, namun juga mencakup inovasi edukasi yang relevan dengan perkembangan zaman.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+