Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Maluku Utara

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Maluku Utara

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kebudayaan akan merevitalisasi situs-situs budaya di Maluku Utara sebagai bagian dari upaya untuk melindungi situs bersejarah dan menghadirkan sarana edukasi sejarah bagi masyarakat.

"Kementerian Kebudayaan akan melakukan upaya revitalisasi terhadap sejumlah situs yang telah menjadi cagar budaya, termasuk di Ternate dan Tidore," kata Menteri Kebudayaan Fadli Zon sebagaimana dikutip dalam keterangan pers kementerian yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Dia menyampaikan bahwa Ternate memiliki jejak Alfred Wallace, naturalis sekaligus penjelajah serta ahli geografi, antropologi, dan biologi.

Potensi itu bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan sarana edukasi sejarah dan ilmu pengetahuan.

Selain itu, Maluku Utara memiliki peninggalan sejarah penting seperti Benteng Oranje, Benteng Kalamata, serta warisan Kesultanan Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan.

Menteri Kebudayaan mengatakan bahwa Maluku Utara juga memiliki peranan penting dalam sejarah perdagangan rempah-rempah Nusantara.

Ia menyampaikan bahwa kekayaan budaya Maluku Utara tercermin dalam filosofi Moloku Kie Raha atau "Perserikatan/Kesultanan Empat Gunung di Maluku" serta berbagai adat dan bahasa yang hidup dalam masyarakat Maluku Utara.

Menteri Kebudayaan mengajak Pengurus Himpunan Keluarga Maluku Utara (HIKMU) Periode 2026–2031 yang baru dilantik untuk menggiatkan upaya pelestarian dan pemajuan kebudayaan Maluku Utara.

"Pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat adat, komunitas budaya, organisasi masyarakat, generasi muda, serta berbagai pemangku kepentingan memiliki peran penting dalam memastikan kekayaan budaya Indonesia terus hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi mendatang,” katanya.

Baca juga: Kemenbud pantau aset kebudayaan pascagempa di NTT

Baca juga: Malut-ISI Surakarta kerja sama perkuat pendidikan berbasis budaya

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.