Kementan tegaskan dukung penguatan peternakan babi milik rakyat - ANTARA News Gorontalo
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan bersama Gabungan Usaha Peternakan Babi Indonesia (GUPBI) mendukung penguatan peternakan babi milik rakyat melalui pembahasan tata niaga, kesehatan hewan, produktivitas, serta kepastian usaha.
"Pemerintah membuka dialog untuk mendengar langsung kondisi peternak sekaligus memetakan langkah yang dapat ditindaklanjuti," kata Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan I Ketut Wirata dalam keterangan terkonfirmasi di Jakarta, Minggu.
Pertemuan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) bersama Pengurus Pusat GUPBI berlangsung di Balai Besar Veteriner (BBV) Denpasar, Bali.
"Kementan merespons aspirasi Pengurus Pusat GUPBI terkait berbagai tantangan peternakan babi nasional," ujarnya.
Dalam dialog tersebut, GUPBI menyampaikan isu tata niaga dan stabilitas harga, pengendalian penyakit hewan, biaya pakan, regulasi dan penerimaan sosial, peningkatan genetik dan produktivitas, kepastian pasar bagi peternak mandiri, serta aspek sosial, budaya, dan lingkungan.
Wirata mengatakan pemerintah menghargai aspirasi yang disampaikan langsung karena memberikan gambaran kondisi peternak di lapangan.
“Kami ingin setiap persoalan dilihat secara utuh dan dicarikan jalan keluarnya. Yang menjadi kewenangan Kementerian Pertanian akan kita tindak lanjuti," ucapnya.
Sementara yang membutuhkan kebijakan lintas sektor, Kementen akan mengkoordinasikan bersama kementerian, lembaga, pemerintah daerah, maupun pihak terkait.
"Yang terpenting, peternak harus memiliki ruang untuk tetap tumbuh dan berusaha,” ujar Wirata.
Penataan tata kelola dan tata niaga daging babi terus dievaluasi untuk menjaga keseimbangan pasar dan memberi ruang bagi produksi dalam negeri.
Kementan terus melakukan kajian secara komprehensif dengan mempertimbangkan produksi dalam negeri, kebutuhan nasional, keberlanjutan peternak rakyat, keamanan pangan, serta ketentuan perdagangan dan peraturan perundang-undangan.
Pada aspek kesehatan hewan, African Swine Fever (ASF) menjadi salah satu perhatian utama. Kementan pada 2026 telah menyiapkan dukungan anggaran vaksinasi babi dengan tetap memperhatikan hasil kajian keamanan hayati dan ketentuan teknis.
Pengendalian penyakit juga diperkuat melalui biosekuriti, surveilans, pengawasan lalu lintas ternak, serta penerapan tata kelola pemeliharaan yang baik.
“Kesehatan hewan adalah fondasi. Ketika penyakit dapat dikendalikan, peternak mempunyai kesempatan lebih besar untuk menjaga populasi, meningkatkan produksi, dan memulihkan usahanya," ucapnya.
"Karena itu pemerintah terus mendorong biosekuriti dan pengendalian penyakit sebagai kerja bersama,” tambah Wirata.
Kementan juga memahami tekanan biaya pakan yang dipengaruhi dinamika harga bahan baku. Usulan stabilisasi bahan baku maupun dukungan pakan akan menjadi bahan koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.
Sementara untuk meningkatkan produktivitas, peremajaan dan peningkatan kualitas genetik dipandang sebagai solusi jangka menengah dan panjang. Upaya tersebut perlu didukung perbaikan pakan, reproduksi, manajemen pemeliharaan, kesehatan hewan, biosekuriti, dan kapasitas sumber daya manusia.
Kepastian pasar juga menjadi perhatian. Usulan keterlibatan BUMN pangan maupun Perum Bulog dalam penyerapan hasil peternakan akan dibahas bersama pihak terkait karena mekanisme pembelian dan penugasan BUMN berada di luar kewenangan langsung Ditjen PKH.
Adapun terkait regulasi daerah, sosial, budaya, dan lingkungan, Kementan memandang pengembangan peternakan perlu memperhatikan karakteristik masing-masing wilayah, termasuk kesehatan masyarakat, kesehatan hewan, lingkungan, serta nilai sosial dan budaya setempat.
Wirata menegaskan, masukan GUPBI akan dipetakan berdasarkan kewenangan dan prioritas penanganannya.
“Kita ingin membangun peternakan babi yang lebih sehat, produktif dan memiliki kepastian usaha,” tegas Wirata.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kementan tegaskan dukung penguatan peternakan babi milik rakyat
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.