Kemenperin perkuat ekspor IKM kosmetik lewat perluasan akses pasar

Kemenperin perkuat ekspor IKM kosmetik lewat perluasan akses pasar

Kemenperin perkuat ekspor IKM kosmetik lewat perluasan akses pasar

Rabu, 16 September 2026 16:26 WIB

Image Print

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita (ANTARA/HO-Kemenperin)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat ekspor industri kecil dan menengah (IKM) kosmetik dengan mendorong peningkatan daya saing, kualitas produk, serta perluasan akses pasar global.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan keberhasilan IKM kosmetik menembus pasar internasional menunjukkan produk kosmetik dalam negeri semakin kompetitif dari sisi kualitas, keamanan, dan inovasi.

“Pemerintah akan terus mendukung industri kosmetik, parfum, dan gaya hidup sehat (wellness) agar semakin meningkatkan kinerja positifnya di pasar ekspor. Produk kosmetik buatan Indonesia semakin dipercaya di pasar dunia karena memiliki kualitas yang baik, aman, dan terbukti memberikan manfaat bagi konsumennya,” kata Menperin dalam keterangannya dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Menurutnya, potensi industri kosmetik perlu dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas produksi, meningkatkan inovasi, dan membangun merek lokal yang mampu bersaing di pasar internasional.

Kinerja ekspor industri kosmetik pada 2025 mencapai 473,8 juta dolar AS, meningkat 13,7 persen dibandingkan 2024 sebesar 416,8 juta dolar AS

“Peningkatan kinerja ekspor ini menjadi bukti bahwa pelaku industri kosmetik dalam negeri terus berkembang dan meningkatkan kualitas serta jangkauan akses pasarnya. Potensi ini harus dimanfaatkan oleh industri dalam negeri, termasuk pelaku industri kecil dan menengah,” ujar dia.

Berdasarkan data BPOM per Juli 2026, jumlah pelaku industri kosmetik di Indonesia mencapai 1.655 unit usaha, dengan lebih dari 87 persen di antaranya merupakan IKM. Hingga Agustus 2026, lebih dari 370 ribu produk kosmetik telah terdaftar di BPOM.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menyampaikan upaya tersebut ditunjukkan melalui keberhasilan PT Follow Me Indonesia menembus pasar Papua Nugini dengan mengekspor produk parfum dan gel rambut.

“Salah satu keberhasilan pembinaan industri lokal di sektor kosmetik terlihat dari tumbuhnya salah satu merek parfum lokal yang penjualan produknya mampu menembus pasar ekspor,” ungkap Reni.

Kemenperin melalui Ditjen IKMA memberikan pembinaan mulai dari legalitas, peningkatan mutu, pengembangan kapasitas usaha, perluasan akses pasar, hingga fasilitasi sertifikasi Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB).

Reni menyebut Papua Nugini menjadi pasar ekspor potensial karena kedekatan geografis dan semakin terbukanya peluang penetrasi produk Indonesia di kawasan.

“Papua Nugini menjadi salah satu pasar ekspor tetangga yang potensial untuk terus dikembangkan, seiring dengan semakin terbukanya peluang penetrasi produk Indonesia di kawasan tersebut,” jelas Reni.

PT Follow Me Indonesia telah beroperasi hampir tiga dekade dan sebelumnya berhasil menembus pasar Jepang. Perusahaan juga mengikuti fasilitasi kemitraan, temu bisnis, pameran Cosmetic Day, serta Program Restrukturisasi Mesin dan Peralatan Ditjen IKMA.

Pada ekspor kali ini, perusahaan mengirim parfum dan gel rambut senilai sekitar 40,4 juta dolar AS atau sekitar Rp707 juta.

Pewarta : Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026