Kemenperin: Ekosistem halal diiringi dengan penguatan industri - ANTARA News Jawa Timur
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menekankan penguatan ekosistem industri halal berjalan beriringan dengan kemampuan pelaku industri dalam meningkatkan kualitas, inovasi, serta membangun jenama yang relevan dengan kebutuhan konsumen agar mampu memperluas akses pasar global.
“Indonesia memiliki dua kekuatan sekaligus, yaitu pasar domestik yang besar dan basis industri yang terus berkembang. Inilah modal yang perlu kita manfaatkan agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen produk halal, tetapi semakin kuat sebagai produsen dan berperan penting dalam rantai pasok halal dunia,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan resminya dikonfirmasi dari Jakarta, Minggu.
Menperin menjelaskan nilai ekspor produk industri halal Indonesia mencapai 70,73 miliar dolar AS pada 2025, meningkat dari 65,2 miliar dolar AS pada 2024.
Sementara itu, pada semester I 2026, ekspor produk industri halal mencapai 35,72 miliar dolar AS atau meningkat 7,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurutnya, perkembangan industri halal kini tidak lagi terbatas pada sektor makanan dan minuman, tetapi telah mencakup berbagai sektor seperti kosmetik, farmasi, fesyen, hingga produk dan jasa pendukung lainnya.
Kondisi tersebut membuka peluang bagi pelaku industri Indonesia untuk menghadirkan produk halal yang memiliki nilai tambah dan berdaya saing.
Lebih lanjut, sejak dibentuknya Pusat Industri Halal Kemenperin pada 2021, pihaknya telah memfasilitasi lebih dari 12.000 pelaku usaha. Pada 2026, fasilitasi sertifikasi halal ditargetkan mencakup hampir 2.230 pelaku usaha.
Penguatan tersebut semakin relevan menjelang pemberlakuan Wajib Halal pada 18 Oktober 2026. Bagi pelaku industri, termasuk generasi muda yang sedang membangun usaha, aspek halal dapat dipersiapkan sejak awal sebagai bagian dari pembangunan produk yang berkualitas dan memiliki daya saing di pasar.
Lebih lanjut, penguatan ekosistem industri halal juga perlu diikuti kemampuan pelaku industri dalam membangun jenama yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Itu menjadi salah satu pembahasan dalam talkshow Community Engagement bertajuk “From Halal to Global: Strategi Brand untuk Bertahan dan Berkembang pada Jumat (25/9).
Kegiatan ini merupakan rangkaian Industrial Festival x Halal Indo 2026 yang dilaksanakan pada 24-27 September di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten.
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.