Kemenhut tambah personel, perkuat operasi udara hadapi karhutla Sumsel

Kemenhut tambah personel, perkuat operasi udara hadapi karhutla Sumsel

Kemenhut tambah personel, perkuat operasi udara hadapi karhutla Sumsel

Minggu, 23 Agustus 2026 10:54 WIB

Image Print

Petugas Manggala Agni Kemenhut melakukan pemadaman karhutla di wilayah Sumatera Selatan, Minggu (22/8/2026) ANTARA/HO-Kemenhut

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menambah personel Manggala Agni serta memperkuat operasi udara dalam bentuk pemadaman udara atau water bombing untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul peningkatan kejadian di wilayah Sumatera Selatan.

Saat dikonfirmasi dari Jakarta, Minggu, Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kemenhut Dwi Januanto Nugroho yang berada di Sumatera Selatan untuk melakukan supervisi penanganan karhutla, memastikan kebutuhan personel di lapangan mendapat dukungan, mulai dari logistik, layanan kesehatan, sarana dan prasarana, penguatan personel, hingga koordinasi lintas unsur.

"Prioritas kita sekarang mengendalikan api dan menekan dampak asap terhadap masyarakat. Manggala Agni sudah bekerja berhari-hari di lapangan. Logistiknya harus cukup, kesehatannya dijaga, peralatannya tersedia, dan rotasi pasukan berjalan," ujar Dirjen Gakkum Kemenhut Dwi Januanto Nugroho.

Ia menambahkan, seluruh kekuatan juga harus bergerak bersama di mana Kemenhut, pemerintah daerah, BNPB, BPBD, TNI, Polri, dunia usaha, masyarakat, dan satgas udara perlu bekerja dalam satu arah penanganan, terutama pada wilayah yang menjadi sumber asap.

Kemenhut memperkuat penanganan di Sumatera Selatan menyusul meningkatnya kejadian kebakaran di sejumlah wilayah, terutama Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir, Muara Enim, dan Musi Banyuasin, dengan 299 personel Manggala Agni kini dikerahkan.

Personel tersebut terdiri atas 254 personel yang bertugas di Sumatera Selatan dan tambahan 45 personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) dari Daops Sarolangun, Muara Tebo dan Kota Jambi.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan hingga 21 Agustus 2026, tercatat 1.605 kejadian karhutla dengan indikasi luas terdampak mencapai 1.926,2 hektare.

Tren kejadian meningkat dalam dua bulan terakhir, dari 456 kejadian pada Juli menjadi 897 kejadian pada Agustus. Pada 22 Agustus 2026, sebanyak 600 titik panas (hotspot) terdeteksi di Sumatera Selatan, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten OKI.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kemenhut Ferdian Krisnanto dalam pernyataan serupa mengatakan operasi difokuskan pada lokasi yang masih aktif dan menjadi sumber asap, terutama di OKI, Ogan Ilir, dan Muara Enim.

Dia menjelaskan operasi darat oleh Manggala Agni dan tim gabungan didukung patroli udara dan pemadaman udara atau water bombing, terutama untuk menjangkau lokasi yang sulit ditangani dari darat. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga kembali dilakukan pada 22 Agustus 2026 sebanyak satu penerbangan ke arah OKI, Ogan Ilir, dan Banyuasin.

"Pemadaman darat tetap menjadi kekuatan utama, didukung patroli udara, water bombing, dan Operasi Modifikasi Cuaca. Di lahan gambut, padam di permukaan belum berarti selesai, sehingga pendinginan terus dilakukan sampai bara di bawah permukaan benar-benar aman dan tidak kembali menghasilkan asap," ujar Ferdian.

Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026